Setelah mandi dan ikut Doa Malam, aku menunggu Valiant dan Rahel di ruang tunggu. Aku bilang ke Suster, kalau aku nggak apa aku ditinggal sendiri saja. Suster Elena pun berlalu dari hadapanku. Suster Elena ini anggun, tinggi dan ayu. Senyumnya selalu terkembang, dan kalau tersenyum ada lesung pipitnya. Dia kira-kira seumuran aku. Kuhabiskan waktu menunggu Valiant dan Rahel dengan membaca majalah-majalah yang ada di ruang tamu. Tak lama kemudian, bel berbunyi. Mbak penjaga berjalan ke depan, melihat siapa yang datang. Seperti yang kuduga, mereka adalah Valiant dan Rahel serta tentu saja Diego.
Setelah mereka duduk di ruang tamu, Si Mbak memberitahu Suster Elena, kalau tamuku sudah datang. Suster Elena kembali menemuiku dan mengajak ke ruang makan. Tapi...ada yang tapi. Wajah Diego berubah. Aku sampai memandanginya berlama-lama. Apakah hanya aku yang melihatnya? Yang lain tak melihatnya? Diego rupanya melihatku, dia hanya mengangkat bahu. Sikap Suster Elena, sama dengan sikap Diego. Aku curiga. Tapi nanti saja aku lanjutkan kepoku.
Makan malam itu, Valiant yang mendominasi pembicaraan, ditingkah suara Rahel. Suster Elena lebih banyak tersenyum dan tersipu. Diego salah tingkah. Rahel tetap ceria sepertinya tak sadar suasana. Aku tetap memegang syak wasangka.
SDS. 20.07.2020
Spoiler episode berikutnya karena rasa penasaran Ivy terhadap hubungan yang mungkin terjadi antara Diego dan Suster Elena, Ivy pun ingin ngepoin Diego.
Tapi berhasilkah Ivy kepoin Diego? Jangan-jangan malah Ivy yang kena dikepoin Diego.
Simak ya lanjutannya. ***