Tapi memang waktu berlalu lama. Akhirnya aku harus berhadapan juga dengan Diego. Face to face. Pilihan tempat duduk yang ada tak memberikan aku pilihan yang baik. Aku harus bertatap muka dengan Diego dan membelakangi pintu restoran. Setelah duduk, kembali tatapan Diego memakuku. Kali ini aku merasa seperti orang bodoh. "Mau talas?" tanyaku random. Diego tersenyum. Senyumnya sungguh mematikan. Terlebih setelah dia bersuara. "Kamu tak bermaksud menanyaiku kan Ivy?' tanyanya.
Nah kan. Dia tahu. Tapi bukan Diego namanya kalau tidak membuat jalinan misteri demi misteri. "Tak usah kepo, Ivy" katanya. Gelasku, kutahan. Aku merasa jengah. "Ervina adalah perempuan pertama yang sangat ingin aku cium" katanya. Aku geragapan. Siapa pula itu Ervina? Mantan pacar Diego. "Ervina? Who is she?" tanyaku. Diego menjelaskan kalau Ervina adalah nama Sr. Elena ketika dia masih SMA. Mereka teman satu sekolah di salah satu sekolah ternama di bilangan Pejaten. Oh, hanya itu kata yang terucap dariku.
Terakhir dia tahu kalau Sr. Elena bertugas di Jogja, dan dia tak menyangka dia sekarang pindah disini. Itu yang menjelaskan kenapa Diego kemarin terlihat syok dan kaget. Sr. Elena juga. Aku tak tahu keberanian darimana, ketika aku bertanya pada Diego. "Kamu berhasil menciumnya?" tanyaku. Diego tertawa dan menggeleng. "Kalau berhasil, pasti kisahnya tidak seperti yang kau temui sekarang ini" kata Diego. Ada nada getir di tawa Diego. "Padahal aku berjanji dalam hati, Ivy" katanya "Aku akan menyetiai perempuan pertama yang memberi ciuman yang kumau" katanya. Sekarang dadaku bergemuruh. Perasaanku campur aduk.
SDS. 21.07.2020
Spoiler episode berikutnya setelah menceritakan kisahnya yang membuat Ivy shock ternyata masih ada lanjutannya.
Apa yang diceritakan Diego selanjutnya semakin membuat Ivy shock dan Diego tetap penuh misteri.
Simak ya lanjutannya. ***