lifestyle

Menemukan Ketenangan Batin: Berkelana dalam Wisata Religi di Bulan Suci Ramadhan

Selasa, 20 Februari 2024 | 12:32 WIB
Masjid Istiqlal Jakarta terbesar ke 5 di dunia. (istiqlal.or.id)

Terpantau.com -  Tidak lama lagi, umat Muslim di seluruh dunia akan memasuki bulan suci Ramadhan. Bulan Ramadan bukan hanya tentang menahan lapar dan haus, tetapi juga tentang pencarian akan kedamaian batin dan kesucian. Melalui wisata religi di Mekkah, Madinah, dan tempat-tempat suci lainnya, banyak orang menemukan diri mereka terhubung dengan sesuatu yang lebih besar dari diri mereka sendiri.

Dalam kesibukan dunia modern yang penuh dengan tekanan dan kegelisahan, momen-momen di tengah lingkungan spiritual membawa penyegaran dan ketenangan yang dibutuhkan. Sebagai manusia, pencarian akan kedamaian batin adalah bagian tak terpisahkan dari perjalanan spiritual kita. Dan di bulan Ramadan, kesempatan untuk menemukan ketenangan batin menjadi lebih nyata daripada sebelumnya.

Sekedar informasi, Menurut Wapres Ma’ruf Amin, wisata religi dan wisata halal merupakan dua jenis wisata yang berbeda, ya. Wapres Ma’ruf Amin menjelaskan, perbedaan keduanya yang sering membuat orang keliru.

 “Kalau mengunjungi masjid itu bukan wisata halal, itu namanya wisata religi. Kalau wisata halal itu mengunjungi wisata-wisata, semua wisata yang ada, destinasi wisata yang ada, cuma di destinasi itu ada layanan halal. Nah, itu sebenarnya (wisata halal),” ucap Wapres Ma'ruf Amin.

Sedangkan wisata religi bisa diartikan sebagai destinasi wisata yang berhubungan dengan sejarah, tokoh, hingga tempat ibadah. Wisata ini memiliki banyak manfaat bagi mental dan spiritualitas seseorang. Mulai dari meningkatkan keimanan, menambah wawasan keagamaan, hingga menambah wawasan budaya dan sejarah suatu tempat.

Perlu diingat kembali, wisata religi itu tidak hanya untuk umat Muslim saja. Seperti yang kita ketahui, di Indonesia ada enam agama yang diakui: Islam, Protestan, Katolik, Hindu, Buddha, dan Konghucu. Setiap ajaran agama memiliki wisata religinya tersendiri.

Contoh, umat Buddha berwisata religi ke Candi Borobudur, Jawa Tengah. Sedangkan umat Hindu wisata religi ke pura yang ada di Bali. Namun, bukan berarti jika kamu tidak menganut ajaran agama tersebut tidak bisa mengunjungi destinasi wisata religinya, ya!

Meski tidak sesuai keyakinan, kamu tetap bisa berkunjung dan belajar mengenal budaya dari setiap destinasi wisata religi. Dengan kata lain, wisata religi ini juga dapat meningkatkan toleransi antar umat beragama di Indonesia. Namun, saat berkunjung kita harus tetap menghargai umat yang beribadah dan peraturan yang ada, ya!

Baca Juga: Menilik 5 Zodiak Berkelas dengan Mental Kuat dalam Menghadapi Berbagai Rintangan Hidup

Wisata Religi di Bulan Ramadhan

Masjid Al-Jabar adalah salah satu destinasti wisata religi di Bandung dengan arsitektur yang menarik dan unik.

Menjelang bulan suci Ramadhan dan Idulfitri, umat Islam kerap melakukan wisata religi dengan mengunjungi berbagai masjid bersejarah, maupun makam para Wali Songo, dengan tujuan untuk berziarah dan meningkatkan keimanan.

Wisata religi sambil berziarah ke makam para Wali Songo seakan menjadi sebuah tradisi yang kerap dilakukan umat Muslim di Indonesia. Kesembilan makam para Wali ini tersebar di Pulau Jawa. Ada lima makam Wali di Jawa Timur, tiga makam di Jawa Tengah, dan satu makam di Jawa Barat.

Selain mengunjungi makam-makam Wali Songo, berkunjung dan beribadah ke masjid-masjid juga merupakan bentuk wisata religi yang bisa dilakukan umat Islam di bulan suci Ramadhan. Ada beberapa rekomendasi masjid bersejarah di Indonesia yang bisa kamu kunjungi untuk wisata religi.

Halaman:

Tags

Terkini

Memilih Format CV: ATS Friendly atau Kreatif?

Senin, 15 Juli 2024 | 09:12 WIB

10 Kota dengan Biaya Hidup Termurah di Indonesia

Kamis, 11 Juli 2024 | 12:21 WIB