lifestyle

Siapakah Sebenarnya Generasi Z yang Dianggap sebagai Generasi Strawberry alias Manja?

Kamis, 4 April 2024 | 07:23 WIB
Siapakah Sebenarnya Generasi Z yang Dianggap sebagai Generasi Strawbery alias Manja?

Baca Juga: Surga Belanja Oleh-Oleh Khas Surabaya: 5 Tempat Terbaik untuk Dikunjungi di Hari Lebaran

5. Senang Berekspresi

Generasi Z Menemukan Kebebasan, Makna, dan Sukses di Dunia Usaha yang Mereka Bangun Sendiri

Gen Z juga dijuluki sebagai ‘The Undefined ID‘. Mereka gemar berekspresi untuk menemukan jati diri. Contohnya, pergelaran Citayem Fashion Week yang diisi oleh remaja Jabodetabek untuk menunjukkan gaya berbusana mereka. Selain itu, Gen Z juga berusaha membangun self branding di media sosial. Ada yang suka OOTD, hobi olahraga, sampai mencoba makanan di segala penjuru. Semuanya diabadikan lewat Tiktok, YouTube, atau Instagram Story.

Tak ada yang sempurna, termasuk Gen Z. Generasi ini bukanlah yang terbaik dari generasi yang ada. Karena, generasi Z memiliki beberapa kekurangan yang menjadi penyebab Gen Z dibenci oleh generasi sebelumnya.

Baca Juga: 20 Ucapan Selamat Hari Raya Idul Fitri Singkat dan Bermakna untuk Update Status Media Sosial

1. FOMO

Kekurangan Gen Z yang pertama adalah FOMO atau Fear of Missing Out.  FOMO adalah rasa takut merasa “tertinggal” karena tidak mengikuti aktivitas tertentu.

Generasi Z dikenal sebagai generasi yang bergantung kepada teknologi, khususnya internet dan media sosial. Setiap harinya, Gen Z disuguhkan oleh berbagai informasi, termasuk apa yang sedang tren hari ini. Mereka bisa merasa kuper, takut dicap nggak gaul, dan cemas jika belum mencoba tren yang ada di internet.

2. Kecemasan dan Tingkat Stres yang Tinggi

Menurut penelitian yang dilakukan oleh American Psychological Association, stres yang dialami Gen Z disebabkan karena pandemi, ketidakpastian mengenai masa depan, berita buruk di internet, dan media sosial. Gen Z mempunyai ekspektasi yang tinggi terhadap kehidupan pribadi mereka, sehingga jika tidak berjalan sesuai keinginan akan memicu timbulnya stres.

Tak dipungkiri, media sosial telah menciptakan standar dalam berbagai aspek. Kapan waktu yang tepat untuk lulus, bekerja, menikah, dan mempunyai anak. Bagi yang belum mencapainya, hal ini menjadi faktor kecemasan atau anxiety.

3. Mudah Mengeluh dan Self Proclaimed

Meskipun punya kemampuan untuk mencari informasi dari berbagai sumber, kenyataannya Gen Z terlalu cepat menyerap dan mencocokan informasi dengan yang mereka rasakan. Seperti melabeli diri sebagai pengidap bipolar, membatasi pergaulan karena introvert, dan sebagainya. Generasi Z menjadikan hal ini sebagai hambatan untuk maju. Gen Z juga disebut sebagai generasi strawberry karena terkesan manja dan mudah tertekan.

Itu tadi pembahasan mengenai Gen Z.***

Halaman:

Tags

Terkini

Memilih Format CV: ATS Friendly atau Kreatif?

Senin, 15 Juli 2024 | 09:12 WIB

10 Kota dengan Biaya Hidup Termurah di Indonesia

Kamis, 11 Juli 2024 | 12:21 WIB