Terpantau.com – Geopark atau Taman Bumi merupakan sebuah kawasan dengan batasan yang sudah ditetapkan oleh UNESCO (Organisasi PBB untuk Pendidikan, Keilmuan, dan Kebudayaan), yang memiliki kawasan permukaan cukup luas untuk pembangunan ekonomi lokal berkelanjutan.
Geopark menggabungkan kekayaan geologi dengan warisan budaya, lingkungan alam, dan aktivitas manusia yang berkelanjutan. Ini bertujuan untuk mendukung pelestarian lingkungan, pendidikan, dan pembangunan berkelanjutan.
Geopark Maros Pangkep menjadi destinasi global geopark di Indonesia yang masuk daftar UNESCO Global Geopark 2023 bersama 17 Geopark lainnya di dunia.
Penetapan tersebut berdasarkan keputusan yang diambil pada Sidang Dewan Eksekutif UNESCO ke-216 di Paris, Prancis, Rabu 24 Mei 2023.
Kawasan Geopark Maros Pangkep ini terbentang di 2 Kabupaten yaitu Kabupaten Maros dan Kabupaten Pangkajene Kepulauan.
Secara administratif kawasan ini meliputi wilayah darat dengan luas 223.629 ha dan Kepulauan Spermonde dengan luas 88.965 ha.
Karst Maros Pangkep punya ratusan gua yang pernah ditinggali manusia prasejarah. Budaya masa lalu tergambar melalui peninggalan lukisan prasejarah berusia 40 ribu tahun.
Di dalamnya juga menjadi tempat hidup jutaan spesies kupu-kupu yang mendapatkan julukan “Kingdom of Butterfly”.
Daya tarik utama Geopark Maros Pangkep adalah keanekaragaman geologinya. Kawasan tersebut terdiri atas:
Baca Juga: Mau Kulit Wajah Cantik Alami? Berikut 7 Tips Perawatan Wajah Setiap Hari
- Geodiversity (keanekaragaman bumi)
- Biodiversity (keanekaragaman hayati)
- Cultural diversity (keanekaragaman budaya).
Kawasan ini memiliki banyak potensi wisata alam yang dapat dikembangkan. Geopark Maros Pangkep memiliki puluhan situs warisan geologi (geosite) yang sangat menarik untuk dikunjungi.