• Rabu, 5 Oktober 2022

Uniknya Candi Lumbung, Melambangkan Kalamakara Yang Menyeramkan

- Minggu, 4 September 2022 | 10:05 WIB
Uniknya Candi Lumbung, Melambangkan Kalamakara Yang Menyeramkan / Perpusnas.go.id
Uniknya Candi Lumbung, Melambangkan Kalamakara Yang Menyeramkan / Perpusnas.go.id

Terpantau.com - Candi Lumbung juga merupakan peninggalan purbakala zaman Hindu. Candi Lumbung terletak di Dusun Tlatar, Krogowanan, Kecamatan Sawangan, Kabupaten Magelang. Candi yang berada tepat di tepi Kali Apu,, yang mengalir dari Gunung Merapi di lereng sisi barat. 

Seperti Candi Asu, Candi Lumbung juga diduga didirikan zaman Rakai Kayuwangi Dyah Lokapala adalah raja kerajaan Mataram Kuno yang ke 8 yang memerintah pada tahun 855-885 M seperti yang tertuang dalam prasasti Wanua Tengah III. Pada prasasti tersebut terdapat urutan raja-raja yang memerintah di Kerajaan Mataram Kuno sebagai penguasa di daerah Jawa Tengah beserta dengan masa pemerintahannya. 

Candi Lumbung terletak berdekatan dengan dua candi lain, yaitu Candi Pendem dan Candi Asu. Ketiga candi ini sering disebut dengan Candi Sengi. Karena letaknya dalam satu kawasan Sengi sekitar Magelang dan waktu pembangunannya juga diperkirakan dari zaman yang sama.

Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala (BP3) Jawa Tengah mencatat batu Candi Lumbung yang berbentuk bujursangkar itu, yang tersisa tinggal 65 persen. Dari yang 65% tadi, ukuran candi adalah luas 8,70 meter X 8,70 meter, tinggi tangga 2,5 X 2 meter, dan setingggi 8 meter dari lantai dasar.

Bangunan Candi Lumbung berdiri di atas batur berdenah bujur sangkar, menghadap ke arah barat. Di bagian atap bangunan sudah terlihat runtuh tak berbentuk, hanya tersisa sedikit di bagian barat daya, dan batu-batunya menumpuk di tengah bangunan candi. 

Pada bagian pipi tangga, terdapat hiasan berpola sulur gelung yang keluar dari pot dan diapit dua ekor patung burung dan pada bagian kaki candi, terdapat relief gana.

Di sisi timur, tepat di depan pintu, terdapat tangga yang dilengkapi dengan pipi tangga. Di atas ambang pintu terdapat Kalamakara tanpa rahang bawah. 

Baca Juga: 3 Candi yang Boleh Banget Kamu Kunjungi di Jawa Tengah!

Apa itu Kalamakara? Dalam cerita hindu Budhha, Kalamakara sebelumnya adalah dewa tampan, namun karena melakukan suatu kesaahan. Kalamakara dihukum dan dikutuk oleh Sang Hyang Widhi. Dia berubah menjadi raksasa menyeramkan dan memakan setiap hewan yang ditemuinya. Hingga akhirnya dia memakan tubuhnya sendiri, hingga tersisa kepalanya.

Halaman:

Editor: Tasia Wulandari

Sumber: Perpusnas.go.id

Tags

Artikel Terkait

Terkini

11 Teras Pemujaan Tiga Dewa Hindu di Candi Ijo

Rabu, 28 September 2022 | 21:08 WIB

Mulai 11 Oktober, Jepang Bebaskan Visa Bagi Pelancong

Minggu, 25 September 2022 | 08:05 WIB

Candi Banyunibo, Candi Mungil Penuh Relief

Sabtu, 17 September 2022 | 10:10 WIB

Candi Pendem: Tempat Main Dakon?

Sabtu, 10 September 2022 | 15:10 WIB

Rekomendasi Tempat Self Healing di Tanah Air!

Sabtu, 10 September 2022 | 08:00 WIB
X