• Selasa, 6 Desember 2022

Icip-icip Jagung Titi Kuliner Khas NTT, Renyahnya Sampai ke Hati

- Selasa, 22 November 2022 | 19:15 WIB
Jagung Titi Kuliner Khas NTT (goodnewsformindonesia.id)
Jagung Titi Kuliner Khas NTT (goodnewsformindonesia.id)

Terpantau.com - Sebagai warga negara yang tinggal di Indonesia, kita pasti sudah tak asing dengan berbagai olahan jagung. Mulai dari nasi jagung, puding, jagung bakar, jasuke, hingga makaroni, kreativitas masyarakat terasa tidak ada habisnya dalam mengolah makanan berbahan dasar jagung.

Tak terkecuali olahan khas Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT). Camilan dengan bahan utama jagung ini dinamai jagung titi. Kuliner ini biasanya disantap pada saat sarapan pagi, seperti umumnya sereal jagung.

Tak heran jika sejak dulu masyarakat NTT, khususnya daerah Flores Timur, telah mengenal jagung sebagai salah satu makanan pokok dan sebagai salah satu camilan favorit Nusa Tenggara Timur, sekaligus sumber kehidupan masyarakat NTT khususnya masyarat Flores Timur daratan, Pulau Adonara, Solor, Lembata dan Alor Pantar

Sebagai khas NTT, jagung titi biasanya akan disajikan untuk menjamu tamu, juga sebagai bekal perjalanan jauh karena sifatnya yang mudah disimpan dan tahan lama. Rasa jagung titi dikenal gurih dan renyah, tidak terlalu manis, dan tidak pula asin maupun hambar.

Baca Juga: Yuk! Kenali Kebumen, Nasi Penggel, Kuliner Khas Kebumen Saksi Sejarah Yang Hampir Punah

Terdapat proses yang perlu dilakukan untuk mengolah jagung menjadi jagung titi. Pertama-tama, pipilan jagung terlebih dahulu digoreng dalam kuali atau wadah lainnya dalam posisi setengah matang, kemudian diambil dua sampai empat biji kemudian menitinya atau ditumbuk. Penumbukan ini umumnya dilakukan secara manual menggunakan batu.

Jagung kemudian diletakkan di atas lapisan batu bermuka datar lalu “dititi” dengan batu berukuran segenggam tangan. Sedikit banyaknya jumlah jagung yang dititi tergantung dari kemampuan sang penitinya. Umumnya, perempuan Lamaholotlah yang melakukan pekerjaan ini.

Hal itu juga yang menjadikan kepercayaan bahwa perempuan Lamaholot sangat menentukan nasib sejarah jagung titi. Hanya mereka yang dapat duduk di samping bara api sambil meniti jagung tersebut dalam keadaan panas. Hal ini juga menjadi tradisi yang diwariskan secara turun temurun.

Dalam perjalanan sejarah, jagung titi bukan hanya memberi citra dan cita rasa sendiri bagi masyarakat Lamaholot, namun ikut pula menggoda selera kalangan wisatawan yang berkunjung ke Flores Timur, Lembata dan Alor Pantar sebagai kuliner oleh-oleh. Dari sini jagung titi mulai mendunia.

Halaman:

Editor: Suci Andrianti

Sumber: goodnewsfromindonesia.id

Tags

Artikel Terkait

Terkini

5 Alasan Dark Chocolate Baik untuk Dikonsumsi

Rabu, 5 Oktober 2022 | 16:50 WIB

7 Makanan Pengganti Nasi, Ada Oatmeal dan Buah

Selasa, 4 Oktober 2022 | 19:50 WIB

3 Bahaya Main Laptop di Atas Kasur, Bikin Cepet Rusak

Selasa, 4 Oktober 2022 | 14:10 WIB
X