Terpantau.com Upaya mencegah tindak pidana perdagangan orang (TPPO) menjadi salah satu isu yang dibahas dalam pertemuan para menteri luar negeri Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) atau KTT ASEAN 2023 di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur, Selasa (9/5/2023).
“Para menteri luar negeri banyak sekali membahas upaya untuk memerangi perdagangan orang, terutama kejahatan penipuan yang menggunakan teknologi informasi dan komunikasi (online scam),” kata Menteri Luar Negeri Retno Marsudi.
Kasus perdagangan manusia kian marak terjadi di Asia Tenggara. Kementerian Luar Negeri mencatat 1.841 kasus yang sejauh ini telah diselesaikan Indonesia dalam tiga tahun terakhir.
Kasus terbaru ditemukan di Filipina ketika KBRI Manila yang bekerja sama dengan otoritas penegak hukum setempat melancarkan operasi penyelamatan korban online scam.
Baca Juga: KTT ASEAN 2023, Presiden Jokowi Tegaskan Kejahatan Perdagangan Manusia Harus Diberantas Tuntas
Operasi itu mendapatkan setidaknya 1.048 orang yang berasal dari 10 negara. Indonesia sendiri berhasil menyelamatkan 143 WNI yang menjadi korban TPPO.
Penanggulangan perdagangan manusia menjadi salah satu yang akan dibahas dalam KTT ASEAN 2023 di Labuan Bajo pada 9-11 Mei 2023.
Penguatan upaya penanggulangan TPPO dibahas dalam sesi pleno KTT ASEAN yang akan dipimpin oleh Presiden Jokowi, Rabu (10/5/2023).
KTT ASEAN 2023 diharapkan menghasilkan deklarasi bersama, salah satunya Deklarasi Pemberantasan TPPO akibat Penyalahgunaan Teknologi.
Baca Juga: Menlu RI Retno Marsudi Pimpin Pertemuan Para Menlu ASEAN dalam KTT ASEAN 2023 di Labuan Bajo
KTT ke-42 ASEAN di Labuan Bajo bakal dihadiri delapan pemimpin negara anggota ditambah Timor Leste, yang untuk pertama kali berpartisipasi dalam pertemuan puncak organisasi kawasan ini.
Sebagai informasi, partisipasi Timor Leste dalam KTT kali ini masih dalam kapasitas peninjau (observer) karena negara ini harus menunggu pengesahan dan adopsi peta jalan Timor Leste agar bisa menjadi anggota ke-11 ASEAN.