news

PKNU Korea Selatan Akan Beri Gelar Doktor Honoris Causa untuk Puan Maharani

Senin, 7 November 2022 | 08:20 WIB
Pukyong National University Korea Selatan (Humas DPR RI)

Terpantau.com  Universitas Nasional Pukyong (PKNU), Korea Selatan, akan menganugerahkan gelar Doktor Honoris Causa kepada Ketua DPR RI Puan Maharani. 

Puan Maharani akan mendapatkan gelar Doktor Honoris Causa atau gelar doktor kehormatan dari kampus di Korea Selatan tersebut untuk bidang Ilmu Politik pada Senin (7/11/2022).

Dalam pertemuan teknis antara perwakilan PKNU dengan delegasi dari Jakarta di Kampus Pukyong yang berada di Busan, Korea Selatan, Wakil Rektor PKNU Kim Young Bok menyatakan siap melangsungkan acara Penganugerahan Doktor Honoris Causa untuk Puan Maharani.

Baca Juga: Sidang Tahunan MPR/DPR, Kebaya Kutubaru Puan Maharani Jadi Sorotan

“Gladi resik dan urusan teknis sudah kami lakukan. PKNU siap memberi penganugerahan Doktor Honoris Causa untuk Ibu Puan," ucap Kim Young Bok pada Jumat (4/11/2022) melalui pernyataan tertulis.

Kim Young Bok memimpin pertemuan antara PKNU dan delegasi dari pihak Jakarta untuk persiapan akhir penganugerahan kehormatan Doktor Honoris Causa untuk Puan Maharani.

Pengukuhan Puan sebagai Doktor Honoris Causa dari PKNU akan dilaksanakan pada Senin, 7 November 2022 di College Theater PKNU yang akan dihadiri 300 orang tamu undangan.

Baca Juga: Tanpa Danusan, Begini Cara Universitas di Korea Selatan Buat Festival Kampus Undang Kpop Idol

Permohonan agar Puan Maharani menerima menerima Doktor Honoris Causa yang disampaikan langsung oleh Presiden PKNU, Prof. Dr. Jang Young-soo, yang datang ke DPR pada medio Juli 2022 lalu.

“PKNU akan dengan senang hati dan menawarkan Ibu Puan dengan 'Ph.D. in Political Science' berdasarkan kinerja Ibu Puan yang luar biasa,” kata Prof Jang Young-soo.

Prof Jang Young-soo menyatakan meraih gelar Doktor Honoris Causa karena Puan Maharani menghadirkan arah pembangunan masa depan yang mewujudkan bagi Indonesia.

“Ibu Puan telah berperan aktif mendorong perempuan Indonesia untuk berpartisipasi dalam tren gender global, serta menunjukkan kepemimpinan baru di Asia,” ujarnya

Baca Juga: Sambut Asean Para Games XI, Puan Maharani: Ayo Dukung Tim Indonesia!

PKNU sendiri disebut hanya sejumlah kecil tokoh penting yang diakui secara sosial dan nasional. Salah satunya kepada mantan Presiden Korea, Park Geun-hye saat ia menjadi Ketua Partai politik.

Prof Jang Young-soo menjelaskan, PKNU telah bertukar prestasi akademik dengan banyak perguruan tinggi Indonesia, seperti Universitas Indonesia, Universitas Diponegoro Semarang, dan Institut Teknologi Bandung untuk beberapa nama. 

Halaman:

Tags

Terkini