Ukraina Tarik Pasukan dari Misi Perdamaian PBB di Dua Benua

photo author
Tasia Wulandari, Terpantau
- Jumat, 11 Maret 2022 | 09:35 WIB
Misi perdamaian PBB.  (United Nations Peacekeeping.)
Misi perdamaian PBB. (United Nations Peacekeeping.)

TERPANTAU - Ukraina akan menarik pasukan dan peralatan berat, termasuk helikopter, yang terlibat dalam misi perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Afrika dan Eropa. Pemulangan merupakan salah satu upaya Ukraina memperkuat pertahanan di dalam negeri guna menghadapi invasi Rusia.

Penarikan pasukan dan peralatan misi perdamaian PBB tersebut ditandai dekrit yang ditandatangani Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky, demikian laporan pelbagai media lokal Ukraina seperti disitir dari Reuters.

Ukraina menyumbang sekitar 300 tentara, polisi dan staf dalam enam misi perdamaian PBB. Penarikan tak akan secara drastis mengubah operasi pasukan penjaga perdamaian sedunia. Sejauh ini kontribusi terbesar pasukan Ukraina dalam misi perdamaian PBB tercatat di Republik Demokratik Kongo, Afrika Tengah. Ukraina juga menyumbang belasan staf dalam misi perdamaian PBB di Sudan, Sudan Selatan, Mali, Siprus dan Kosovo.

Dalam misi perdamaian bertajuk The United Nations Organization Stabilization Mission in the Democratic Republic of the Congo (MONUSCO) itu, Ukraina menyumbang delapan helikopter yang dilengkapi 250 tentara. “Saat ini kami sedang mengevaluasi dampak penarikan [pasukan Ukraina dari Afrika dan Eropa] terhadap misi kami dan bagaimana kami dapat meminimalisasi risikonya,” papar seorang juru bicara MONUSCO yang tak disebutkan namanya, seperti dikutip dari Reuters.

Presiden Rusia Vladimir Putin mengumumkan invasi terhadap Ukraina pada Kamis (24/2). “Saya memutuskan untuk meluncurkan operasi militer khusus [terhadap Ukraina],” paparnya saat itu. Invasi Rusia terhadap Ukraina menyusul pengakuan kemerdekaan Ukraina terhadap dua daerah timur negara tersebut, masing-masing Donetsk dan Luhansk. Keduanya dikuasai separatis pro-Rusia sejak 2014 silam.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Tasia Wulandari

Tags

Rekomendasi

Terkini

X