TERPANTAU, JAKARTA -- Beredar video di media sosial yang memperlihatkan kasus penggerebekan sejumlah pabrik produksi gas N2O ilegal bermerek 'Whip Pink' di wilayah Jakarta.
Dalam unggahan Instagram @widelhen, pada Kamis, 16 April 2026, dilaporkan, ribuan tabung gas N2O siap edar dengan berbagai varian rasa dan ukuran berat disita polisi.
"Ditemukan juga tabung kosong yang siap diisi ulang, ribuan nozzle, mesin pengisi otomatis, mesin press hingga cairan perasa buah," tulis postingan tersebut.
Hal yang tak kalah menyita perhatian publik, yakni omzet penjualan dari pabrik tersebut diduga mencapai miliaran rupiah per bulan.
Baca Juga: Ekonom Sebut Kerja Sama Energi RI-Rusia Tepat Jaga Ketahanan
Lantas, bagaimana penuturan pihak kepolisian ihwal kasus penggerebekan terhadap sejumlah pabrik 'Whip Pink' di wilayah Jakarta tersebut? Berikut fakta terkini di antaranya.
Sediaan Farmasi Jenis N2O
Secara terpisah, Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, Brigjen Eko Hadi Santoso mengatakan pengungkapan kasus tersebut dilakukan pada 13-14 April 2026.
Hal tersebut, dimulai dari penelusuran di ruko hingga lokasi produksi di sejumlah wilayah DKI Jakarta.
Dalam penggerebekan sejumlah pabrik 'Whip Pink' itu, Eko menyebut pihak terkait mengedarkan sediaan farmasi berjenis gas N2O.
"Pengungkapan perkara tindak pidana kesehatan memproduksi dan mengedarkan sediaan farmasi jenis gas N2O merek Whip Pink," kata Eko dalam keterangan resminya, pada Rabu, 15 April 2026.
Baca Juga: Ini Jadwal Lengkap Keberangkatan Haji Indonesia 2026
Bermula dari Laporan Transaksi
Artikel Terkait
Viral Menantu Gelapkan Hasil Penjualan Kopi Mertua hingga Rp4,7 Miliar
Viral Dugaan Chat Ortu Mahasiswa FH UI usai Anaknya Terlibat Kasus Pelecehan
16 Mahasiswa Terduga Pelaku Pelecehan di FH UI Dibayangi Sanksi DO
Propam Periksa Polsek Pasar Minggu Buntut Sepelekan Laporan Temuan Nenek Hilang
Mobil SPPG Sepatnunggal Terciduk Buang Sampah di Pinggir Jalan
Momen Satpol PP Bubarkan Street Coffee Jembatan Kewek
Viral Ambulans Diduga Kena Prank DC, Diorder Fiktif untuk Tagih Utang
Viral Air Banjir di Cemani Sukoharjo Berwarna Hitam Legam
Kronologi Mobil Lalamove Masuk ke Jalur Transjakarta hingga Senggolan
Polisi Usut Kasus Dosen yang Diduga Mesum ke Mahasiswi UBL