Terpantau.com - Ratusan umat Muslim berkumpul dan melaksanakan salat Tarawih berjemaah di Times Square New York, pada hari Sabtu (2/4). Hingga berakhirnya pelaksanaan salat, kondisi berlangsung lancar dan khidmat.
Salat Tarawih di persimpangan jalan Times Square, New York yang terkenal dan ramai, seolah memberi pesan perdamaian dan kebebasan dalam toleransi di AS, ditengah kampanye anti rasisme dan Islamophobia.
"Kami di sini untuk menjelaskan agama kami kepada semua orang yang tidak tahu apa itu Islam. Islam adalah agama damai." kata SQ, salah satu dari umat Muslim Amerika yang melaksanakan salat di Times Square, dalam wawancara dengan Stasiun CBS2 News.
SQ mengatakan kepada CBS2 bahwa dia ingin doa khusus ini dibacakan di jantung kota karena suatu alasan. Persatuan dan khotbah perdamaian, anti-kekerasan, pesan Islam yang harus dibagikan ke semua orang.
"Ada banyak kesalahpahaman tentang Islam. Ada orang gila di semua budaya, semua agama, dan kelompok kecil orang itu tidak mewakili mayoritas ... Kami didorong untuk berdoa, berpuasa, melakukan perbuatan baik, bersedekah. Kita semua bersatu dan terhubung bersama. Orang-orang harus berhenti mencoba memecah belah umat Kristen dan Muslim dan Yahudi dan semua orang. Itu harus dihentikan." lanjut SQ.
Di negara yang mengusung kebebasan seperti AS, masih saja muncul kasus-kasus rasisme, SARA, termasuk Islamophobia. Namun sebagai kaum minoritas, umat Muslim AS mencoba menunjukkan jati diri Islam sebenarnya yang penuh damai.
"Anda bekerja dengan orang-orang ini. Anda naik kereta dengan orang-orang ini. Kita semua benar-benar satu," kata salah satu penyelenggara acara Ali Camara.
Sebanyak 1.500 makanan buka puasa dibagikan di jalan Broadway 44. pada Sabtu (2/4) malam sebagai tanda hari pertama bulan suci Ramadhan.