Terpantau.com - Militer Filipina akan terus melanjutkan upaya pencarian dan penyelamatan setelah badai tropis Megi yang telah menewaskan sedikitnya 123 korban jiwa, Kamis (14/4).un.
Menurut laporan pemerintah kota setempat, 86 korban tewas dan 236 orang luka-luka telah dievakuasi di wilayah Baybay, Provinsi Leyte, daerah pegunungan yang rawan longsor.
Beberapa orang dilaporkan masih hilang dan terus dalam pencarian tim penyelamatan bencana Filipina.
"Operasi pencarian, penyelamatan, dan pengambilan akan berlanjut," kata unit infanteri Angkatan Darat Filipina wilayah Baybay, dalam postingannya di Facebook.
Baca Juga: Filipina Diterjang Badai Tropis Megi, Sedikitnya 25 Orang Tewas
Foto udara dan rekaman video dari pemerintah setempat menunjukkan lereng yang runtuh, mengubur rumah-rumah di dalam tanah dan lumpur.
Badai Megi dengan kecepatan angin hingga 65 kilometer (40 mil) per jam dan hembusan hingga 80 kilometer per jam (49 mph), menerjang wilayah Filipina pada Minggu (10/4) lalu.
Data pemerintah Filipina merilis lebih dari 162 ribu penduduk berlindung di pos-pos evakuasi, sementara 41 ribu lainnya tinggal bersama kerabat.
Megi adalah topan pertama tahun ini yang melanda Filipina, negara kepulauan dengan lebih dari 7.600 pulau yang mengalami rata-rata 20 badai tropis per tahun.
Pada bulan Desember 2021 lalu, topan Rai level 5 melanda Filipina tengah, dengan korban tewas mencapai 405 jiwa dan 1.400 orang terluka. Topan Haiyan, salah satu siklon tropis paling kuat yang pernah tercatat sejarah, menewaskan 6.300 orang pada 2013.***
Artikel Terkait
Ramzan Kadyrov Sebut 1.000 Pasukan Ukraina Menyerah di Kota Mariupol
Biden Sebut Rusia Telah Melakukan Genosida di Ukraina
Pengembang Etherium Asal AS Dihukum 5 Tahun Penjara Karena Membantu Korea Utara
Tersangka Penembakan di Kereta Bawah Tanah Brooklyn Telah Ditangkap
AS Kirim Bantuan Militer Tambahan Senilai 800 Juta Dollar AS Ke Ukraina