Terpantau.com - Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov mengatakan bahwa bergabungnya Finlandia dan Swedia dengan NATO, tidak akan berpengaruh banyak bagi Rusia.
Finlandia dan Swedia adalah negera yang berbatasan langsung dengan Rusia, namun menurut Lavrov kedua negara tersebut telah lama berpartisipasi dalam latihan militer aliansi NATO.
"Finlandia dan Swedia, serta negara-negara netral lainnya, telah berpartisipasi dalam latihan militer NATO selama bertahun-tahun," kata Lavrov, seperti dilansir dari Reuters, Selasa (17/5).
Rusia menganggap tak akan ada perbedaan yang berarti bagi ancaman di wilayah Atlantik Utara apabila kedua negara Nordik itu gabung NATO.
Baca Juga: Ukraina Umumkan Tarik Mundur Pasukan, Rusia Kuasai Penuh Mariupol
"NATO memperhitungkan wilayah mereka ketika merencanakan kemajuan militer ke Timur. Jadi dalam hal ini mungkin tidak ada banyak perbedaan. Mari kita lihat bagaimana wilayah mereka digunakan dalam praktik di aliansi Atlantik Utara." lanjut Lavrov.
Sebelumnya, Presiden Finlandia Sauli Niinisto, pada Minggu (15/5), mengungkapkan bahwa negaranya akan mengajukan keanggotaan aliansi militer NATO dalam perubahan kebijakan bersejarah yang didorong oleh invasi Rusia ke Ukraina.
Rusia yang berbagi perbatasan 1.300 km (800 mil) dengan Finlandia, mengatakan akan menjadi kesalahan bagi Helsinki untuk bergabung dengan aliansi transatlantik yang beranggotakan 30 negara dan itu akan merusak hubungan bilateral.
Presiden Niinisto dan Perdana Menteri Sanna Marin mengatakan bahwa mereka berdua tertarik menjadi anggota NATO (North Atlantic Treaty Organization) dan mengajukan untuk bergabung.
"Hari ini, kami, presiden dan komite kebijakan luar negeri pemerintah, telah bersama-sama memutuskan bahwa Finlandia ... akan mengajukan keanggotaan NATO," kata Niinisto kepada wartawan di Helsinki, Minggu (15/5).
Niinisto menelepon Presiden Rusia Vladimir Putin pada hari Sabtu untuk memberitahu tentang rencana Finlandia untuk bergabung dengan aliansi. Putin mengatakan langkah seperti itu akan merusak hubungan Rusia-Finlandia.***
Artikel Terkait
Dibalik Operasi Militer ke Ukraina, Putin : NATO Punya Rencana Berbahaya Bagi Rusia
Penembakan Massal Tewaskan 10 orang di AS, Pelaku Bikin Siaran Langsung di Medsos
Payton Grendon, Pelaku Penembakan Massal di Buffalo Diduga Miliki Masalah Kesehatan Mental
Ukraina Umumkan Tarik Mundur Pasukan, Rusia Kuasai Penuh Mariupol
Korea Utara Hadapi Gelombang Covid, Kim Jong Un Kerahkan Militer