TERPANTAU, JAMBI -- Kondisi ruas jalan di kawasan perempatan Sejinjang, Kota Jambi, tepatnya arah menuju Jembatan Batanghari II dan arah ke Pelabuhan Talang Duku, Muaro Jambi semakin memprihatinkan.
Jalan yang bergelombang dan berlubang kini diperparah dengan debu tebal yang beterbangan, sehingga mengganggu kenyamanan dan kesehatan warga sekitar serta pengguna jalan.
Menurut laporan Tim Verifikasi Terpantau, jalan rusak yang bergelombang sangat membahayakan pengguna jalan, terutama pada ruas jalan yang menuju Jembatan Batanghari II banyak sekali debu.
Baca Juga: Kronologi Insiden Jebolnya Atap Bandara Soekarno-Hatta
Hal ini juga dinilai dapat berdampak buruk bagi kesehatan generasi muda bangsa, dimana banyak sekali peserta didik mulai dari tingkat TK, SD dan MTS yang secara tak langsung dapat menghirup debu akibat jalan rusak.
Akibat dari jalan rusak diwilayah vital yang menghubungkan antar kabupaten atau kota di Jambi itu, harus memaksa pengendara roda dua melaju pelan dan menghindari lubang.
Mirisnya, saat kendaraan besar melintas, debu pekat langsung menyelimuti area sekitar. Potret ini membuat warga dan pengguna jalan resah dengan gangguan pernapasan atau Ispa, kerusakan kendaraan hingga terjadinya kecelakaan akibat jalan bergelombang.
"Kerusakan di akibatkan truk muatan berat yang melintas angkutan batubara atau material pelabuhan" kata Ketua Tim Verifikasi Terpantau, Aman melaporkan dari lokasi, ditulis, Senin 6 April 2026.
"Jalan ini bergelombang dan berdebu parah. Kalau panas, debunya masuk ke mata hidung dikhawatirkan para pengguna jalan roda dua ada insiden laka di sini" tambahnya.
Baca Juga: Heboh Objek Misterius di Langit Lampung hingga Banten, Begini Penjelasan BRIN
Sementara itu, Warga sekitar juga terpaksa menyiram jalan di depan rumah mereka secara mandiri untuk mengurangi debu akibat dari jalan yang rusak.
Warga juga berharap pemerintah segera melakukan perbaikan permanen, bukan sekadar menimbun tanah atau batu yang mudah rusak kembali.
Kerusakan infrastruktur di jalur strategis ini dinilai menghambat arus lalu lintas dan berpotensi memicu kecelakaan lalu lintas, khususnya bagi kendaraan kecil.