edukasi

13 November Adalah Peringatan Perayaan Nama Santa Lusia, Salah Satu Dari Tujuh Wanita yang Namanya Disebutkan Dalam Kanon Roma.

Rabu, 13 Desember 2023 | 19:45 WIB
13 November Adalah Peringatan Perayaan Nama Santa Lusia, Salah Satu Dari Tujuh Wanita yang Namanya Disebutkan Dalam Kanon Roma.

Terpantau.com - Tanggal 13 Desember merupakan Peringatan Perayaan Pesta Nama Santa Lusia. Seperti diketahui, Santa Lusia adalah salah satu wanita yang namanya diucapkan dalam Kanon Misa yaitu Kanon Roma.

Kanon Roma atau juga dikenal dengan Doa Syukur Agung I. Pada Kanon Misa ini, imam mempunyai pilihan untuk menyebutkan daftar singkat para kudus sebelum dan sesudah mengucapkan kata-kata suci konsekrasi.

Nama-nama itu tidak berubah selama berabad-abad dan merupakan daftar nama kuno.

Daftar pertama menyoroti Santa Perawan Maria, Santo Yusuf, dan 12 Rasul dan 12 orang kudus dari Gereja perdana. Kemudian setelah konsekrasi, imam akan menyebutkan daftar 15 orang kudus, termasuk 7 wanita.

Baca Juga: Kunjungi Warga Kapuk, Jakarta Barat, Siti Atiqoh Ganjar Turut Menggelar Program Ibu Sehat Keluarga Kuat

Wanita-wanita yang dipilih Gereja untuk disebutkan dalam Misa yang sering disebut “sumber dan puncak kehidupan Kristen.”

Berikut ini nama-nama wanita yang disebutkan dalam Kanon Misa, termasuk Santa Lusia.

St. Lusia.  Adalah seorang gadis yang lahir pada abad ke-3.  Lusia mendedikasikan keperawanannya kepada Kristus pada masa mudanya, tetapi ibunya tidak menyadari hal itu. Kemudian ibunya mengatur supaya dia menikah.

Lusia menolak permintaan ibunya itu karena kaul pribadinya dan pria yang seharusnya dia nikahi menyerahkannya karena dia seorang Kristen.

Baca Juga: Mengenal Antifon O yang Ketujuh: O Emmanuel Atau O Imanuel, Nyanyian Pada Masa Adven Periode Kedua Menjelang Natal

Oleh karena itu, ini menyebabkan kemartiran yang mengerikan baginya, di mana matanya dicungkil sebelum dibunuh. Devosi kepada St. Lusia menyebar dengan cepat ke seluruh Eropa, khususnya Skandinavia.

St. Felisitas. Adalah seorang budak perempuan muda yang sedang hamil, hidup pada abad ke-2. Felisitas dianiaya oleh orang Romawi karena iman Kristennya dan dijatuhi hukuman mati bersama dengan St. Perpetua di amfiteater di pertunjukan publik.

St. Perpetua. Adalah adalah seorang wanita bangsawan dari Kartago dan dijebloskan ke dalam penjara yang sama dengan Felisitas karena menolak untuk menyangkal iman Kristennya.

Baca Juga: Ternyata Sepatu Keren Ganjar Pranowo Saat Debat Bermerek Pijak Bumi: Biar Saya Selalu Membumi

Halaman:

Tags

Terkini