Terpantau.com - Gereja Katolik memercayai orang kudus, baik laki-laki maupun perempuan. Yang laki-laki disebut Santo, yang perempuan disebut Santa. Salah satu Santa adalah Santa Lusia.
Santa Lusia mendedikasikan hidupnya untuk Tuhan, sehingga dia menjadi martir dan namanya disebut dalam kanon misa.
Santa Lusia merupakan satu dari delapan wanita yang disebut namanya dalam kanon misa, tepatnya Kanon Roma.
Peringatan perayaan namanya dilakukan setiap tanggal 13 Desember. Gereja Katolik memperingati perayaan Santa Lusia, Perawan dan Martir. Pelindung orang buta, tukang listrik, orang berpenyakit mata, dokter dan ahli mata.
Baca Juga: Santo Giles, Pelindung Kota Edinburgh, 1 Dari 14 Penolong Kudus
Santa Lusia dari Syracuse yang hidup antara tahun lahir di Syracuse, Sicilia pada tahun 283 dan meninggal pada tahun 304.
Orang tuanya adalah kalangan bangsawan Kristen yang saleh dan kaya-raya. Ayahnya meninggal ketika Lusia masih kecil.
Lusia secara diam-diam berjanji kepada Yesus bahwa ia tidak akan pernah menikah agar ia dapat menjadi milik-Nya saja.
Namun Ibunya, Eutychia, telah mengatur sebuah pernikahan untuknya dan selama tiga tahun Lusia berhasil menunda rencana pernikahan yang diatur ibunya itu.
Untuk mengubah pikiran ibunya, Lusia mengajak ibunya yang sedang sakit untuk berdoa memohon kesembuhan di makam Santa Agatha.
Dan ajaib penyakit hemoragik panjang ibunya disembuhkan. Sebagai ungkapan rasa terima kasih atas kesembuhannya, ibunya mengijinkan Lusia memenuhi panggilan hidupnya, untuk mendedikasikan keperawanannya kepada Kristus.
Pria yang seharusnya menikahinya juga menolaknya karena ia seorang penganut Kristen.
Lusia disiksa karena penolakan dan agamanya. Ia menjadi martir bagi Yesus pada tahun 304. Ia tewas padap enganiayaan Diokletianus.
Baca Juga: Novel Penagraf Ivy, 'Tentang Santo Diaz dan Santa Dympna'
Dalam kemartirannya, Santa Lusia mengalami penyiksaan yang sangat hebat. Ia dianiaya dan kedua matanya dicongkel keluar.
Kemudian bundel kayu diletakan dikelilingnya lalu dibakar agar Lusia tersiksa dalam api yang bernyala-nyala.
Namun mukjizat Tuhan bekerja, sungguh ajaib, Lusia sama sekali tidak merasa kepanasan dalam perapian itu.
Kemudian karena kesal, seorang algojo menghunus pedangnya lalu menusukkannya ke arah leher perawan suci ini sampai ia meninggal.
Setelah dia dibunuh, devosi kepada Santa Lusia menyebar dengan cepat ke seluruh Eropa, khusunya Scandinavia.
Ia dimuliakan sebagai orang kudus oleh Gereja Katolik Roma, Gereja Ortodoks, Persekutuan Anglikan dan Lutheran.
Santa Lusia sangat dihormati oleh Gereja Katolik dan namanya merupakan salah satu dari delapan wanita yang bersama dengan Bunda Maria dimuliakan dalam Kanon Misa.
Nama itu disebutkan oleh Imam setelah konsekrasi dalam Doa Syukur Agung I, yang disebut dengan Kanon Roma.
Santa Lusia dari Syracuse dihormati pada Abad Pertengahan dan masih menjadi orang kudus paling dikenal di Inggris pada awal zaman modern.
Tempat ziarah Santa Lusia berada di San Geremia, Venesia. ***
Artikel Terkait
Alfonsus de Liguori, Santo yang Menjadi Doktor Hukum pada Usia 16 tahun
Yohanes Krisostomus, Santo yang Andal Beretorika
Santo Giles, Pelindung Kota Edinburgh, 1 Dari 14 Penolong Kudus