fiksi

Novel Penagraf Ivy, 'Rindu Dan Cinta Di Sepotong Pizza Andaliman'

Kamis, 17 November 2022 | 15:15 WIB
Novel Penagraf Ivy, 'Rindu Dan Cinta Di Sepotong Pizza Andaliman' (Pexels)

Terpantau.com Mulai hari ini, Terpantau.com akan menampilkan cerita fiksi, novel penagraf atau novel yang terdiri dari cerita pendek lima paragraf.

Berbeda dengan pentigraf yang merupakan cerita pendek tiga paragraf, Novel penagraf tentunya cerita pendek yang terdiri dari lima paragraf.

Novel penagraf yang diunggah kali ini berjudul Ivy. Ivy berkisah tentang percintaan seorang gadis yang hampir patah hati karena ditinggal kekasihnya namun oleh suatu keadaan mereka bertemu lagi dengan berbagai kisah pelik yang membelit mereka.

Stay tune ya.

Baca Juga: Istilah Jumlah Seri Terbitan Novel, Mulai Dwilogi hingga Heptalogi

Rindu Dan Cinta Di Sepotong Pizza Andaliman

Sungguh. Hidupku selalu diwarnai dengan kenyarisan. Setelah tertatih mengumpulkan serpihan hati yang berjatuhan secara random dari udara, aku tetap harus berdiri tegak. Mengawali pagi dengan melangitkan doa dan melantunkan madah paling indah untuk menadah harapan yang akan ditumpahkan dari langit. Berharap semoga aku berada di waktu dan tempat yang tepat.

Ruth, istri Diaz mengundangku untuk makan siang di rumahnya. Dia memberikan approval penuh dengan kehadiranku, karena dia merasa aku adalah hal baik yang tiba-tiba singgah di hidupnya. "Eda harus mampir di rumah, ketemu anak-anakku dan suamiku," itu ucapnya kemarin, dengan nada yang menyertakan intonansi jangan menolak. Setelah dia pulang, kembali ke kamarku, aku terkapar.

Perjalananku ke Pangururan sungguh sudah diluar kendaliku. Aku tak mempersiapkan busana untuk pertemuan resmi apalagi untuk nge-date. Heran sungguh aku sama diriku sendiri, mengapa tiba-tiba aku perlu busana untuk nge-date tepat di hari aku diundang oleh Ruth. Karena Diaz? Sangat mungkin sekali. Kutepis!. Tetap tak berdaya. Akhirnya aku mengikuti arusnya, berharap tidak hanyut saja.

Setelah mematut diri dengan kemeja putih lengan panjang dan celana blue jeans favoritku, ditambah ikat pinggang ala-ala cowgirl, aku siap meniti hari. Menuju rumah Ruth. Tak lupa pula kupakai boot dengan heel agak tinggi dan syal warna pelangi, tanda mata dari seseorang yang pernah kucinta tapi meninggalkanku pas aku sedang sayang-sayangnya.

Tak lama setelah aku menunggu di lobby, datanglah sang penjemputku. Aku hanya berharap yang menjemput  bukan Ruth atau apalagi Diaz. Namun Tuhan memang yang maha punya hak veto. Penampilan Diaz yang nyaris sama denganku, dengan polo shirt warna biru dan blue jeans serta sepatu bootnya, membuat aku tercekat. Ingin berlari, entah menghampiri atau menghindari. Diaz mendekat kepadaku, dan menyorongkan sepotong pizza. "Cicipi ini. Masakan andalanku. Pizza Andaliman. Rindu dan cintaku membaur di dalamnya"

SDS. 25.4.2020 ***

Tags

Terkini