3 Pentigraf Ini Bisa Untuk Meriahkan Hari Guru Nasional, Simak Yuuk!

photo author
Siwi Susilaningsih, Terpantau
- Sabtu, 19 November 2022 | 13:15 WIB
Ide Pantun untuk Peringatan Hari Guru Nasional 2022, Bisa Juga Dijadikan Caption (Pexels/Yan Krukov)
Ide Pantun untuk Peringatan Hari Guru Nasional 2022, Bisa Juga Dijadikan Caption (Pexels/Yan Krukov)

Terpantau.com - Sebagai wujud rasa ikut bahagia dengan peringatan Hari Guru Nasional yang jatuh pada tanggal 25 November, yuk kita meriahkan.

Selain puisi, lagu, juga ucapan selamat Hari Guru Nasional, pentigraf atau cerpen tiga paragraf dapat juga lho diadopsi untuk ikut meriahkan gelaran ini.

Coba sesekali berikan kepada guru kalian, satu pentigraf tentang guru yang kalian bikin, pastinya guru kalian akan senang menerimanya.

Terpantau.com merangkum tiga contoh pentigraf yang berkisah tentang guru atau dosen untuk kalian.

Pentigraf 1. Contoh Kasus Keren
 
Pada pertemuan pertama di mata kuliah berjudul pengantar tentang ilmu masyarakat itu aku sudah jatuh hati padanya. Dosen muda itu sungguh memberiku insight yang berharga.
 
Dalam kuliahnya, dia memaparkan bahwa dalam hubungan dengan sesama makhluk sosial yang lain pasti ada konfiknya, sejak zaman purbakala bahkan di pilar yang paling dasar yaitu keluarga. 
Tapi ada satu contoh empiris yang dalam hubungan perkawinan tak ada konflik. Dosen itu bertanya, apakah ada yang tahu?
 
Semua terdiam tidak ada yang menjawab. Lalu dosen itu menjelaskan jika keluarga Adam dan Hawa tidak ada konflik. Mengapa? "Karena mereka tidak punya ipar, tidak punya mertua dan Hawa belum mengenal uang belanja." Aku melongo, bingung mana yang harus ku underline dan bold.
 
SDS. 4.8.22
 
 
Pentigraf 2. Too Much Love Will Kill You
 
Aku sedang mendengarkan lagu Frank Sinatra, Stangers In The Night melalui earphone di HP-ku, ketika tiba-tiba lampu HP-ku menyala. Ada pesan masuk. Aku lihat dan aku mendapatkan WA dari guru les Bahasa Inggrisku, isinya "Too Much Love Will Kill You." Oh aku tahu lagu itu. Kubalas WA-nya dengan menanyakan apakah dia juga suka dengan lagu itu.
 
Jawabannya membuatku bingung. Dia katakan dia suka pada lagu itu, tapi bukan itu maksudnya mengirim pesan seperti itu. Aku penasaran. Apa dia mengira aku tak tahu arti dari Too Much Love Will Kill You? Aku tahulah, walau kemampuan berbahasa Inggrisku tak secanggih dia.
 
Aku menunggu balasan pesanku, dan aku hanya menemu jawaban yang membuatku tersipu. Katanya, arti dari kalimat yang dikirimkannya adalah "Jangan kau pacaran dengan yang lain, pacaran denganku saja." Nah, aku tambah bingung sekarang.
 
SDS. 18.11.2020
 
 
Pentigraf 3. Penawaran Yang Ciamik
 
Kedatangannya mengejutkanku. Dia turun dari kudanya dengan cara yang sangat kusuka. Terlihat gagah. Bantalan yang ada di pundaknya, menambah keperkasaannya. Aku yang sedang berlatih Wing Chun bersama teman-temanku. Aku tak mengenal lelaki itu, dan juga tak tahu dia datang ke tempat ini dalam rangka apa dan untuk siapa.
 
Dia mendatangi suhu-ku. Berbicara sebentar. Kemudian suhu itu memanggil namaku. Tentu saja aku terperanjat, mengapa pula aku, sepertinya selama ini aku jalan lurus-lurus saja, tak ada belok-beloknya. Setidaknya kalau aku keluar jalur hanya lompat pagar sedikit. Aku menemuinya. Dia mengajakku pergi agak menjauh dari kerumunan. Dia memperkenalkan dirinya, sebagai Panglima dari kerajaan tetangga. Aku bertanya ada keperluan apa denganku.
 
"Maukah kau menukar pacar barumu itu dengan jumlah tertentu?" tanyanya sambil menyodorkan sejumlah angka. Darimana dia tahu aku punya pacar dan baru? Apakah dia demikian istimewa baginya hingga aku harus menukarnya? Setelah kutimbang untung ruginya, aku setuju menukarnya. Alasanku yang terutama, pacar itu juga pacar pinjaman, jadi tak ada ruginya aku tukar. Ketika ku katakan aku setuju dengan penawarannya, dan kutanyakan apakah aku harus jadi pacarmu? Jawabannya membuatku ambigu. Hanya kalau kamu mau, katanya.
 
SDS. 03.09.2020
 
*suhu = guru

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Tasia Wulandari

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X