Terpantau.com – Lanjut ya menampilkan cerita fiksi, novel penagraf atau novel yang terdiri dari cerita pendek lima paragraf.
Berbeda dengan pentigraf yang merupakan cerita pendek tiga paragraf, Novel penagraf tentunya cerita pendek yang terdiri dari lima paragraf.
Novel penagraf yang diunggah kali ini berjudul Ivy. Ivy berkisah tentang percintaan seorang gadis yang hampir patah hati karena ditinggal kekasihnya namun oleh suatu keadaan mereka bertemu lagi dengan berbagai kisah pelik yang membelit mereka.
Stay tune ya.
Hei Heidy
"Bu Ivy, sudah siap?" tanya Rio yang tiba-tiba datang, mematahkan bengongku. Aku tambah bingung. Kutanyakan ke Rio, siap untuk apa? Ternyata siap untuk berangkat, menjemput Kezia dan Noel ke rumah. Lalu mengantarkan mereka ke tempat lomba. Disini kadang aku bertambah bingung, itu emak sama bapak pada mau ke TIM, ke Jakarta, lalu anak-anaknya ditinggal. Dititipkan ke aku lagi? Ini pasti ada yang salah. Sudah nitip tidak meminta persetujuan, pasrah total lagi. Hadeeh.
Baca Juga: Uniknya Goa Jepang Kaliurang, Instagramable Banget dan Seru Kisahnya
Aku kembali ke kamar sebentar, lalu bersama Rio menuju rumah Diaz menjemput Kezia. Dua anak lucu itu sudah siap. Ketika mau berangkat, Noel minta duduk di depan, di samping Rio yang menyetir. "Noel kan anak laki-laki tan. Harus gentleman" Haduh. Tambah lagi aku pusing, dia belajar dari siapa ini? Dari Diaz kah? Boleh jadi.
Di lapangan tempat titik kumpul, teman-teman Kezia sudah banyak yang datang. Demikian juga rombongan dari SMP-SMP lain. Sementara Rio mencari tempat parkir, aku, Kezia dan Noel mencari tempat yang nyaman. Kezia dipanggil guru drum bandnya. Mereka mengadakan konsolidasi sepertinya.
Baca Juga: Diam-Diam Once Mekel Terlibat Dalam Film Sang Pemula, Ada Apa?
Aku ajak Noel menepi, ke rombongan para orangtua yang lain. Ada beberapa lama aku menunggu dengan Noel. Angin bertiup sepoi-sepoi. Cuaca yang bersahabat untuk perlombaan. Tidak terlalu panas, tidak terlalu dingin. Rupanya undian sudah dibagikan, dan rombongan SMP Kezia mendapat urutan nomer 3. Di mobil tadi, Kezia cerita, kalau mereka akan menampilkan lagu Garuda Pancasila, Sinanggartulo dan lagu Dealova. Aku mengguman, pemilihan lagu yang cakep.
"Heidy..." aku mendengar suara perempuan. Aku menoleh, siapa yang dipanggil. Aku melihat seorang perempuan ayu melambaikan tangan, memberi isyarat dia yang memanggil. "Hei Heidy..." Dia berjalan ke arahku. Untuk kesekian kalinya aku terkejut lagi. Karena satu-satunya orang yang memanggil namaku dengan Heidy, hanya Puspita, kakak perempuan Diaz.
SDS. 10.05.2020 ***
Artikel Terkait
Novel Penagraf Ivy, 'Diazku Sayang Ada Apa Denganmu?'
Novel Penagraf Ivy, 'Nama Sayang Dari Diaz'
Novel Penagraf Ivy, 'Tentang Santo Diaz dan Santa Dympna'