Terpantau.com - Setiap bulan suci Ramadhan tiba, tayangan televisi selalu dipenuhi program-program bertemakan nuansa Ramadhan.
Baik itu tayangan televisi yang berisikan kajian Islam, tauziah, hiburan Ramadhan, kuliner, tradisi, dan lain sebagainya.
Pada Ramadhan 2022 kali ini pun sama, tayangan televisi bertemakan nuansa Ramadhan mulai memenuhi layar kaca pemirsanya dirumah.
Baca Juga: 8 Tips Persiapan Lebaran di Rumah, Esensi Idul Fitri Bersama Keluarga Inti
Untuk menjaga kualitas tayangan televisi bertemakan Ramadhan tersebut, Majelis Ulama Indonesia (MUI) melakukan pemantauan tayangan televisi saat Ramadan.
Hal itu dilakukan MUI agar mendorong penyebarkan pesan yang mencerahkan bagi penonton selama Ramadan.
"Semua program televisi yang tayang pada bulan suci Ramadan ini harus memberikan spirit dan juga pesan moral agama yang sifatnya mencerahkan. Dari yang belum tahu menjadi tahu, yang sudah tahu menjadi semakin kuat pengetahuannya," ujar Ketua Infokom MUI Mabroer dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Kamis, (7/4).
Stasiun televisi yang mendapat catatan harus memperbaiki kualitas tayangannya dan menjadi evaluasi untuk Ramadhan berikutnya. Sementara stasiun televisi yang sudah sesuai koridor akan mendapat penghargaan dari MUI.
Baca Juga: 25 Ucapan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1443H : Kembali Suci Fitri
"Tayangan program televisi yang telah mendapatkan penghargaan dari MUI karena telah memberikan tayangan spirit dan pesan moral agama selama bulan Ramadan diharapkan dapat mempertahankan prestasinya pada tahun-tahun berikutnya," kata Mabroer.
Ia mengatakan program pemantauan tayangan televisi Ramadan ini diselenggarakan oleh Komisi Infokom MUI bekerja sama dengan Komisi Dakwah MUI, Komisi Fatwa MUI, dan lainnya.
Mabroer berharap program pemantauan dapat memberikan efek positif dan juga menjadi program bersama, karena televisi merupakan agen perubahan.
"Televisi merupakan agen perubahan, baik itu prilaku, pemahaman maupun peradaban. Televisi sangat penting untuk kita awasi bersama. Jika penayangan televisi tidak dilakukan pemantauan, maka ditakutkan ke depannya peradaban akan sulit untuk dikendalikan," lanjutnya.
Pantauan tayangan Ramadhan ini telah rutin dilaksanakan MUI sejak 2005. MUI akan memantau seluruh tayangan dan memberikan catatan bagi mereka yang tidak menunjukkan pesan pencerahan.***