Terpantau.com - CEO Intel, Pat Gelsinger mengatakan bahwa kelangkaan chip secara global dapat terus berlarut-larut karena terbatasnya ketersediaan alat-alat manufaktur utama, yang menjadi faktor penghalang utama dalam pengembangan kapasitas produksi yang diperlukan untuk memenuhi kebutuhan secara global.
“Itulah alasan kami mengapa kelangkaan semikonduktor secara keseluruhan akan berlangsung hingga 2024, bergeser dari perkiraan awal kami, yakni tahun 2023, karena kini peralatan manufaktur juga semakin langka dan tantangan untuk pabrikan menjadi semakin sulit”, ucap Gelsinger.
Kebutuhan global terhadap semikonduktor terus bertumbuh sejak beberapa tahun yang lalu, karena saat ini dunia semakin beralih ke arah lebih digital, dan chip prosesor ada di semua alat, mulai dari ponsel pintar, mobil, hingga mesin cuci.
Baca Juga: Samsung Makin Dekat Jadi Pemasok Chip Apple M2
Pandemi COVID-19 menyebabkan kelangkaan besar-besaran, kapasitas produksi pabrik-pabrik terganggu, namun di saat yang sama, permintaan barang-barang elektronik terus meningkat.
Sejak Gelsinger menjabat sebagai CEO di Februari 2021, Intel mengumumkan banyak investasi besar untuk diversifikasi manufaktur chip secara geografis.
Intel menghabiskan banyak uang untuk membangun pabrik semikonduktor di AS dan Eropa. Sebagian besar kapasitas produksi chip dunia saat ini terkonsentrasi di Asia.***
Artikel Terkait
Samsung Akan Bikin Prosesor Khusus Untuk Galaxy
Intip Spesifikasi dan Desain iPhone 14 Pro Max terbaru : Harga dan Jadwal Rilis di Indonesia.
Spesifikasi dan Desain HP Nokia Edge Terbaru 2022 : Kamera Mirip iPhone
Apple, Google, dan Samsung Gencar Luncurkan Smartwatch Tahun 2022 Ini
Google akan Matikan Aplikasi Perekam Telepon di Play Store, Mulai 11 Mei 2022