Serangan Siber Meningkat, Israel Bangun Sistem Keamanan 'Iron Dome'

photo author
Suryo Dwiputranto, Terpantau
- Selasa, 3 Mei 2022 | 14:11 WIB
Ilustrasi sistem keamanan siber (pixabay)
Ilustrasi sistem keamanan siber (pixabay)

Terpantau.com - Pemerintah Israel memerintahkan perusahaan komunikasi untuk meningkatkan sistem keamanan siber mereka di tengah meningkatnya upaya serangan peretasan.

Kementerian Komunikasi dan Direktorat Siber Nasional Israel mengatakan peraturan baru tentang keamanan siber saat ini sedang diterapkan di mana standar wajib dan terpadu harus dipenuhi.

Di bawah aturan baru tersebut, perusahaan harus merumuskan rencana perlindungan jaringan komunikasi menggunakan mekanisme pemantauan dan kontrol, untuk memberi gambaran terkini tentang perlindungan siber untuk keamanan privasi.

"Kami mencoba untuk menempatkan standar yang tepat pada perusahaan komunikasi untuk melindungi Israel dan menciptakan semacam 'Iron Dome' dari serangan keamanan dunia maya. Kami menderita ribuan serangan dunia maya setiap tahun," kata Menteri Komunikasi Yoaz Hendel dalam sebuah pernyataan, Senin (2/5).

Baca Juga: Intel Prediksi Kekurangan Chip Akan Berlangsung Hingga 2024

Israel menggunakan sistem pertahanan udara Iron Dome untuk mencegah roket yang ditembakkan oleh militan Palestina, yang sebagian besar terjadi dari Gaza.

Hendel mengatakan bahwa risiko terus meningkat, seiring dengan lebih banyak digitalisasi yang menimbulkan potensi kerusakan atau penghentian layanan dan kebocoran informasi.

"Jaringan komunikasi adalah target yang menarik untuk serangan cyber oleh elemen musuh," kata Hendel.

Menurut data perusahaan keamanan siber Check Point (CHKP.O), total terdapat 1.500 serangan siber per minggu atau naik 137%, yang ditujukan kepada perusahaan-perusahaan Israel dalam tiga bulan pertama tahun 2022.

Gaby Portnoy, kepala keamanan cyber pemerintah Israel, mengatakan terjadi peningkatan tajam serangan siber untuk menjatuhkan situs web Israel pada bulan lalu. Iran dituduh sebagai negara yang paling banyak melakukan serangan.

Dia mencatat, serangan penolakan layanan yang bertujuan menjatuhkan situs pemerintah dimulai melalui penyedia telekomunikasi, meski berakhir dengan kegagalan.

Portnoy mengatakan perusahaan telekomunikasi Israel sudah memiliki keamanan siber yang sangat baik, namun dengan adanya peraturan baru, yang mencakup tingkat pengawasan yang lebih tinggi, tingkat perlindungan siber akan meningkat.***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Suryo Dwiputranto

Sumber: Reuters

Tags

Rekomendasi

Terkini

9 Cara Menghapus File Sampah di Laptop, Bye-Bye Lemot!

Kamis, 16 November 2023 | 19:59 WIB
X