Kenapa Hari Raya Idul Fitri Disebut Lebaran? Ternyata Begini Asal Usulnya

photo author
- Jumat, 21 April 2023 | 19:00 WIB
Kenapa Hari Raya Idul Fitri Disebut Lebaran? Ternyata Begini Asal Usulnya
Kenapa Hari Raya Idul Fitri Disebut Lebaran? Ternyata Begini Asal Usulnya

 

Terpantau.com -  Hari Raya Idul Fitri atau yang lebih dikenal dengan Lebaran adalah hari raya umat Muslim yang dirayakan setiap tahun setelah sebulan penuh berpuasa pada bulan Ramadhan. Lebaran adalah momen yang paling ditunggu-tunggu oleh umat Muslim di seluruh dunia.

Hari Raya Idul Fitri atau yang sering disebut hari Lebaran, merupakan hari yang ditunggu-tunggu umat Muslim di Indonesia dan seluruh dunia. Namun, pernahkah terpikir kenapa hari raya yang satu ini disebut dengan Lebaran?

Istilah Lebaran bahkan lebih sering disebutkan banyak orang di berbagai daerah, daripada istilah Idul Fitri yang merupakan nama aslinya. Biasanya istilah Idul Fitri digunakan untuk hal-hal yang bersifat publik, berita, pengumuman resmi, atau iklan. Bila dalam percakapan sehari-hari, tentunya kata Lebaran ini lebih populer.

Baca Juga: Mengenal Jenis-jenis Zakat dalam Islam yang Harus Dipahami, dan Cara Membayarnya

Asal-usul kata Lebaran

Pertama, mari kita ketahui bagaimana awal mula terciptanya istilah yang satu ini sehingga bisa menjadi sangat populer di masyarakat.

Bagi yang menyangka istilah ini bersumber dari serapan kata dari bahasa Arab, dugaan kamu tidak begitu tepat. Bila mengacu dari M.A. Salmun, sastrawan dan budayawan Sunda, dalam sebuah artikelnya di majalah Sunda pada tahun 1954, ia mengatakan kalau istilah ini asalnya dari tradisi Hindu.

Yang mana, kata Lebaran ini punya arti “habis” atau “selesai”. Kalau dalam konteks bulan puasa, bisa kita artikan sebagai selesainya atau habisnya Ramadhan sehingga menjadi 1 Syawal.

Penggunaan kata ini juga mengacu pada era awal Islamisasi di pulau Jawa pada zaman dahulu. Ketika itu, para Wali sengaja menggunakan istilah ini kepada umatnya yang sebelumnya beragama Hindu supaya lebih terbiasa.

Tetapi, ada pula pendapat lain dari orang-orang Jawa yang menyebutkan kalau kata Lebaran ini asalnya dari bahasa Jawa, yaitu dari kata “wis bar” yang artinya sudah selesai. Kata “bar” sendiri merupakan kependekan dari kata “lebar” yang punya arti selesai.

Baca Juga: Hindari! 7 Topik Obrolan Ini Saat Silahturahmi Lebaran, Jangan Sampai Merusak Suasana

Sementara itu, pendapat lain juga datang dari Ibnu Hamad selaku Guru Besar Ilmu Komunikasi FISIP Universitas Indonesia. Ia menyebutkan kalau kata Lebaran ini asalnya dari kata “lebar” yang punya arti luas. Yang mana, kata ini ia yakini berasal dari bahasa Betawi.

"Lebaran adalah metafora bagi orang saling mengikhlaskan, berlapang dada. Sekaligus metonimi bagi yang merayakan Idul Fitri dengan perasaan yang plong,” kata Ibnu.

Namun, terlepas dari berbagai macam perbedaan pendapat terkait dengan bagaimana asal mula kata Lebaran sebagai alternatif penyebutan Idul Fitri, tetap yang terpenting adalah bagaimana kita memaknai Lebaran ini sebagai hari kemenangan. Selamat Lebaran untuk semua teman-teman Muslim! ***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Suci Andrianti

Sumber: goodnewsfromindonesia

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Memilih Format CV: ATS Friendly atau Kreatif?

Senin, 15 Juli 2024 | 09:12 WIB

10 Kota dengan Biaya Hidup Termurah di Indonesia

Kamis, 11 Juli 2024 | 12:21 WIB
X