Terpantau.com - Cinta, sebagaimana yang dikatakan oleh banyak orang, adalah bahasa universal yang memungkinkan manusia untuk terhubung satu sama lain dengan cara yang paling mendalam. Terlepas dari budaya, bahasa, atau latar belakang, cinta memiliki kekuatan untuk mengubah hidup seseorang.
Jatuh cinta bukan hanya tentang perasaan yang menyenangkan; itu adalah pengalaman yang membawa makna yang mendalam dan beragam manfaat bagi kesejahteraan psikologis dan emosional seseorang.
Mencintai sering kali dianggap memiliki formula yang kompleks. Terkadang penjelasannya tidak pernah berhenti. Banyak orang bahkan menganggap cinta sebagai sesuatu yang misterius. Namun, menurut peneliti dan profesor psikologi Arie W. Kruglanski, Ph.D., cinta dapat diuraikan dengan cara yang sederhana. Contohnya, ketika seorang bayi menangis, ia mencari kasih sayang dari orang tuanya. Ia membutuhkan pengakuan dan mulai mencari makna dalam dirinya sepanjang hidupnya.
Sejak hari pertama kelahirannya, bayi yang belum mampu mengucapkan sepatah kata pun menyadari betapa pentingnya cinta. Kruglanski, seperti yang dikutip oleh Psychology Today pada Kamis, (4/4) menyoroti sebuah lirik dari Dean Martin yang menggambarkan bahwa “You’re nobody ‘till somebody loves you”. Hal ini mencerminkan bahwa eksistensi seseorang menjadi nyata ketika ada orang yang mencintainya. Seorang filsuf bernama G.W.F Hegel juga menyatakan bahwa "keberadaan berarti diakui." Itulah sebabnya ada alasan kenapa jatuh cinta membuat seseorang merasa lebih berarti, berikut penjelasannya.
1. Cinta adalah cara menyampaikan pengakuan
Cinta merupakan energi yang menggerakkan, seperti dalam literatur, drama, film, musik, dan segala macam diskursus budaya. Salah satu yang bikin cinta menarik, adalah karena dampak dari cinta yang misteri. Ada yang membuat motivasinya meningkat, ada pula yang sedih dan terpuruk. Ini menggambarkan bahwa cinta, yang dianggap tidak rasional itu, dipandu hasrat bukan akal.
Namun sesungguhnya, cinta punya logikanya sendiri. Seperti ada orang yang mencintai agar dicintai. Tak sedikit yang mencintai karena memegang nilai serta norma sosial, misalnya mencintai keluarga dan Tuhan. Baik cinta timbal balik maupun cinta yang memiliki aspek keutamaan, penghargaan diperoleh dalam sebuah relasi. Ini yang membuat Anda berarti bagi orang lain.
2. Untuk mendapatkan penghargaan dan apresiasi
Penghargaan bisa berbentuk banyak hal, tetapi ini terkait norma sosial di masyarakat. Di antaranya, kekuasaan, kecantikan, kekayaan, keberanian, patriotis, status, dan lainnya. Meski demikian, seseorang mungkin menemukan beberapa penghargaan yang unik sifatnya. Tetapi yang pasti, membuat dirinya bermanfaat dalam kelompoknya, dihargai, dan lebih bermakna.
Kalau dalam hubungan berpasangan, penghargaan diekspresikan dalam kasih sayang positif, pengertian, dan perhatian. Ketika seseorang memberikan penghargaan, diperlukan satu kondisi untuk jatuh cinta. Penghargaan ini diberikan pada orang yang dikagumi, dihargai, dan membalas penghargaan tersebut. Kecil kemungkinan Anda jatuh cinta dengan seseorang yang tak berharga dalam perspektif Anda. Anda juga tidak mungkin jatuh cinta dengan seseorang yang tidak menghargai Anda.
3. Rela mendapatkan kompensasi
Menariknya, penghargaan dan apresiasi yang imbang disebut penerimaan. Tetapi orang juga bersedia atau rela mendapatkan kompensasi untuk mendapatkan penghargaan dan apresiasi. Misalnya, jatuh cinta pada orang yang tidak menarik secara penampilan atau prestasi akademiknya biasa saja. Di sini, aspek kompensasi lebih tinggi daripada mendapatkan pasangan yang tidak menghargai atau tidak memberikan perhatian hangat.