4. Hubungan cinta berkaitan dengan pertukaran
Baca Juga: 20 Ucapan Selamat Hari Raya Idul Fitri Singkat dan Bermakna untuk Update Status Media Sosial
Dalam ilmu ekonomi, cinta bisa dinarasikan “Anda mendapatkan apa yang Anda bayar”. Begitulah hubungan cinta yang berkaitan dengan pertukaran. Tak melulu saling menguntungkan, tetapi saling menghargai dan menawarkan atribut-atribut seperti kebaikan, perhatian, dan apresiasi.
5. Cinta juga mendorong kompetisi
Cinta sebagai sumber makna, juga dilihat sebagai pendorong kompetisi. Ini lebih banyak dalam konteks pekerjaan dan karir. Khususnya karir berkaitan dengan politik, olahraga, hiburan, media, dan akademisi.
Tujuan kompetisi, bukan melulu negatif. Tetapi juga bisa mempertahankan kedudukan yang memerlukan upaya serta investasi waktu yang melelahkan. Ini juga membuat seseorang merasa lebih berarti, meski menghabiskan sumber daya yang tercurah untuk menjalin hubungan, baik cinta dengan pasangan dan anak-anak.
Cinta dalam berbagai bentuknya, merupakan sumber perasaan yang penting dan berharga. Menariknya, cinta itu sebenarnya egois sekaligus tidak mementingkan diri sendiri. Egois karena didorong kebutuhan mendasar masyarakat akan keberhargaan diri dan penting. Tetapi sekaligus tidak mementingkan diri sendiri ketika membalas kasih sayang. Artinya, jatuh cinta yang membuat bermakna, adalah saling menerima dan memberi.***
Artikel Terkait
Meningkatkan Kualitas Hidup Melalui Penguasaan Life Skill: Pengertian, Jenis, dan Strategi Peningkatan
Pemahaman dan Pentingnya Role Model Dalam Kehidupan Setiap Individu untuk Mencapai Kesuksesan
Mengapa Berhenti Membandingkan Diri Sendiri dengan Orang Lain adalah Kunci untuk Kesejahteraan Mental dan Kesejahteraan Diri
Rahasia Umur Panjang: 5 Kebiasaan Penting untuk Hidup Sehat dan Bahagia hingga 100 Tahun
Mengenal Diri Sendiri: Langkah-Langkah Praktis untuk Mengungkap Jati Diri Anda, Be Yourself
5 Kebiasaan Aneh Albert Einstein, Bikin Jenius ?
Mengusir Jin dengan Mandi Air Garam: Rahasia Tersembunyi yang Perlu Anda Ketahui