Terpantau.com - Setiap Geopark ini memiliki nilai geologi, budaya, dan lingkungan yang unik, dan mereka telah diakui oleh UNESCO sebagai bagian dari Jaringan UNESCO Global Geopark. Mereka tidak hanya memiliki nilai ilmiah, tetapi juga berperan penting dalam pelestarian alam dan pembangunan berkelanjutan di wilayah-wilayah tersebut.
Geopark adalah sebuah wilayah geografi yang memiliki warisan geologi dan keanekaragaman geologi yang bernilai tinggi, termasuk di dalamnya keanekaragaman hayati dan keragaman budaya yang menyatu di dalamnya.
Pengembangan geopark didasarkan pada tiga pilar utama, yaitu konservasi, edukasi dan pengembangan ekonomi lokal.
Indonesia kembali meningkatkan kualitasnya di kancah internasional. Belum lama ini, Empat situs geopark (taman bumi) Indonesia ditetapkan ke dalam jaringan UNESCO Global Geopark melalui keputusan Sidang Dewan Eksekutif UNESCO ke-216 di Paris, Prancis, Rabu (24/5/2023).
Total, hingga 2023, sudah ada 10 geopark di Indonesia telah diakui sebagai kawasan geopark dunia karena keunikan geologis, biologis, dan budayanya.
Berikut 10 geopark Indonesia di UNESCO Global Geopark yang mendunia:
1. Batur
Geopark pertama di Indonesia yang ditetapkan sebagai UNESCO Global Geopark pada 2012.
Total ada 21 situs warisan alam yang tersebar di kawasan Geopark Batur, tepatnya di Kecamatan Kintamani dan Kabupaten Batur
2. Ciletuh
Ditetapkan sebagai Warisan Dunia UNESCO pada 2018. Geopark ini dikelilingi hamparan aluvial dengan bebatuan unik dan pemandangan yang indah. Tidak hanya itu, geopark ini juga memiliki pantai dengan ombak yang disukai para peselancar dunia.
3. Belitong
Geopark ini merupakan bagian dari Provinsi Bangka Belitung, terletak sekitar 400 km sebelah utara Jakarta, ibu kota Indonesia, dan dikelilingi oleh Selat Karimata di sebelah utara, wilayah Jawa di sebelah timur dan selatan, serta Selat Gaspar di sebelah barat.