Kebahagiaan yang sederhana
Desa Baduy dalam gelap gulita saat malam hari sehingga tidak banyak aktivitas yang dapat dilakukan. Malam hari digunakan untuk sekedar berkumpul dan mengobrol bersama keluarga atau tetangga sambil bermain kecapi.
Hidup hemat dan sehat
Kendaraan bermesin, seperti motor dan mobil, tidak diperbolehkan di khususnya suku Baduy Dalam. Namun, itu tidak menghalangi mereka pergi berkunjung ke kota besar. Mereka menempuh perjalanan dengan berjalan kaki tanpa mengeluh.
Batang bambu pengganti gelas
Larangan lainnya adalah tidak memakai gelas dan piring sebagai alas makan dan minum. Dengan kekayaan alamnya, mereka menggunakan bambu panjang sebagai pengganti gelas, yang menghasilkan aroma khas ketika dituangi air panas.
Harapan sederhana para orang tua
Para orang tua memiliki cita-cita yang sederhana untuk kehidupan masa depan anak-anaknya. Mereka hanya ingin agar kelak anak-anak mereka membantu berladang.
Perjodohan
Dalam masyarakat Suku Baduy, Perjodohan dilakukan saat seorang gadis mencapai usia empat belas tahun. Dalam tenggang waktu tersebut, orang tua pemuda masih bebas memilih wanita yang disukainya. Jika belum ada yang cocok, semua harus mau dijodohkan.
Baca Juga: Presiden Jokowi Tinjau Pondok Pesantren Darul Falah yang Terdampak Gempa Cianjur
Ayam adalah makanan mewah
Bagi masyarakat Suku Baduy masakan menu ayam merupakan makanan mewah. Olahan ayam hanya tersedia saat acara pernikahan dan kelahiran.
Pu’un
Pu’un adalah kepala suku yang menentukan masa tanam dan panen, menerapkan hukum adat, dan mengobati orang sakit. Selain di hormat, hanya orang yang berkepentingan khusus dan mendesak yang dapat bertemu dengannya.