Ada sekitar 6 Pabrik gula yang ada di Bantul saat itu, tapi hingga kini hanya satu saja yang masih beroperasi yaitu pabrik gula Madukismo yang pada awal Republik Indonesia ini berdiri menjadi sebuah pabrik gula terbesar di Asia Tenggara.
Pada masa awalnya, geplak hanya memiliki dua warna, yaitu jika menggunakan gula pasir warna geplak akan putih dan jika menggunakan gula jawa maka warnanya akan coklat.
Geplak telah mengalami banyak perubahan, sejak abad ke-19 hingga tahun 1960. Kudapan yang terkait erat dengan Pangeran Pekik, adik ipar Sultan Agung Mataram ini disebut-sebut disajikan sebagai hidangan dalam pernikahan kerajaan Mataram Islam pada saat itu.
Baca Juga: Tahu Lullaby Nggak? Jelajahi Yuk, Cara Orangtua Berbagai Negara Menidurkan Anaknya - Finlandia
Dan geplak orisinil seperti zaman Mataram Islam adalah Geplak Srintil. Geplak ini disebut-sebut sebagai geplak yang masih autentik dan sama persis dengan kudapan Kerajaan Mataram Islam pada saat itu.
Namun, kini geplak srintil hampir tak lagi dapat dijumpai. Warnanya yang kurang menarik dan kurang variasi membuat geplak autentik ini berangsur-angsur hilang
Sekarang telah banyak variasinya warna antara lain, merah, kuning, coklat, hijau, dan putih dan juga varian rasa seperti durian, stroberi, coklat, dan lain lain.
Geplak sangat mudah mudah diperoleh di pusat kota Bantul, pusat oleh-oleh di kota Jogja, terminal, stasiun dan di pasar-pasar. Rasa manis dan legit geplak dapat membuat ketagihan.
Pada tahun 2018, Geplak ditetapkan sebagai warisan budaya tak benda. ***
.