Terpantau.com - Lasem merupakan sebuah kota kecamatan yang terletak di Kabupaten Rembang. Banyak julukan disematkan pada Lasem misal Tiongkok Kecil, Kota Pusaka dan Kota Santri. Tak ketinggalan kuliner khas yang disebut lontong Tuyuhan.
Sebagai Kota Pusaka, Lasem mempunyai kuliner yang bersejarah juga yaitu lontong Tuyuhan.
Kisah tentang lontong Tuyuhan yang erat dengan sejarah Lasem inipun menjadikannya kuliner khas yang tak boleh dilewatkan jika berkunjung ke Lasem, Rembang.
Belum ke Lasem jika belum mencicipi kuliner khas Tuyuhan yang legendaris yaitu Lontong Tuyuhan.
Baca Juga: Yuk! Kenali Kebumen, Nasi Penggel, Kuliner Khas Kebumen Saksi Sejarah Yang Hampir Punah
Bentuk lontong Tuyuhan ini sekilas mirip opor ayam, namun lontong Tuyuhan biasanya disajikan dengan lauk daging ayam, tempe, dan tak lupa taburan bawang goreng sebagai toping di atasnya.
Ada setidaknya dua versi mengapa kuliner ini dinamakan lontong Tuyuhan.
Versi pertama, nama Tuyuhan mengacu pada nama desa yaitu Desa Tuyuhan, Kecamatan Pancur.
Dari beberapa sumber menyebutkan, nama Tuyuhan sendiri diambil dari nama desa, yaitu Desa Tuyuhan yang berada di wilayah kecamatan Pancur.
Versi kedua, nama Tuyuhan diambil dari uyuh, Bahasa Jawa dari air kencing.
Berdasarkan cerita, nama lontong Tuyuhan ini bermula ketika Sunan Bonang sedang berdakwah di Rembang untuk memperkenalkan Islam.
Baca Juga: Geplak Bantul, Kudapan Manis yang Kisahnya Unik dan Legendaris.
Dulunya Rembang menjadi penghubung antara Maluku dan Malaka.
Disini Sunan Bonang giat melakukan syiar agama Islam.