Ada salah seorang yang memusuhi Sunan Bonang, namanya namanya Blancak Ngilo.
Strategi yang diterapkan Sunan Bonang untuk melawan Blancak Ngilo pun berbeda dengan lainnya. Kali ini Sunan Bonang tidak mau menggunakan kekerasan.
Pada suatu ketika, Blancak Ngilo sedang makan disawah. Ketika sedang asyik menikmati makanannya itu, tiba-tiba Sunan Bonang datang.
Blancak Ngilo pun kaget dan ketakutan karena tidak siap menghadapi Sunan Bonang.
Dia pun lari terbirit-birit sampai terkencing-kencing.
Baca Juga: Yuk! Kenali Kebumen, Sate Ambal, Sate Ayam Khas Kebumen Berbumbu Tempe. Wajib Dicicip!
Makanannya pun ditinggalkannya.
Dari sinilah muncul istilah Lontong Tuyuhan, atau lontong dari kata uyuh atau kencing.
Melihat itu Sunan Bonang mengatakan bahwa suatu saat nanti lonton tuyuhan ini akan jadi sumber kesejahteraan masyarakat.
Kata-kata itu terbukti karena lontong Tuyuhan ini memang sangat membantu perekonomian penduduk.
Selain kisah terjadinya yang unik, ternyata bentuk Lontong Tuyuhan juga beda dengan yang lain.
Baca Juga: Cobain Canguk Yuk! Kacang Benguk Gurih Renyah Khas Bantul
Jika lontong lain berbentuk lonjong, lontong atau ketupat tuyuhan berbentuk segitiga.
Ketupat segitiga ini namanya ketupat sumpil.
Lontong Tuyuhan mempunyai sejarah heroik karena pada zaman Penjajahan Belanda, para penjualnya memakai pikulan saat berkeliling dari kampung ke kampung.