Terpantau.com – Indonesia memiliki banyak kopi legendaris dengan cita rasa dan ciri khas tertentu yang mungkin akan berbeda jika dibudidayakan di wilayah lainnya. Membahas soal kopi legendaris, Kota Hujan, sebutan Bogor, juga punya.
Kopi Liong Bulan yang legendaris sepertinya sudah tidak asing lagi buat penggemar kopi di wilayah Bogor dan sekitarnya. Ternyata Bogor punya beragam kopi legendaris lainnya selain kopi Liong Bulan.
Kopi sachet atau bungkugsan dengan merek yang telah dikenal selama puluhan tahun di Bogor. Berikut 4 merek kopi legendaris asal Bogor, dikutip dari berbagai sumber:
Baca Juga: Keren! Event Festival Reog Ponorogo Kembali Masuk KEN 2023
Baca Juga: Gandrung Sewu dan Banyuwangi Ethno Carnival (BEC), Dua Produk Event Banyuwangi di KEN 2023
1. Kopi Liong Bulan
Kopi Liong Bulan merupakan salah satu kopi legendaris yang diproduksi di Bogor. Disebut legendaris karena kopi ini telah didirikan saat Indonesia masih dalam perjuangan kemerdekaan. Konon menurut cerita, sebelum perang kemerdekaan, para pejuang meminum kopi Liong Bulan sebelum berangkat ke medan tempur di sekitar Bogor.
Kopi Liong Bulan ini didirikan oleh Linardi Jap pada 1945, pabriknya terletak di Jalan Pabrik Gas, sekarang Jalan MA. Salmun. Nama Liong sendiri diambil dari bahasa Tionghoa yang artinya Naga yang dipercaya sebagai lambang kemakmuran dan kesuksesan. Sesuai namanya, Kopi Liong Bulan memiliki logo Naga hijau, yang bersanding dengan bulan sabit kuning tersenyum.
Pabrik Kopi Liong Bulan tidak memiliki kebun kopi sendiri. Biji kopi yang diproduksi merupakan hasil mengepul dari penjual kopi. Biji kopi tersebut pidilih berdasarkan biji dengan kualitas bagus. Kopi Liong Bulan tersedia dalam kemasan 8 sampai 25 gram, dan khusus untuk kopi tanpa gula tersedia dalam kemasan 200 gram.
2. Kopi Cap Kacamata
Kopi Cap Kacamata boleh dibilang sebagai pabrik kopi paling tua di Bogor. Wajar, pabrik kopi ini telah berdiri sejak 1925 dan dikelola oleh keluarga peranakan cina dari marga Yoe. Kopi Cap Kacamata didirikan oleh Yoe Hong ketika usianya baru menginjak 23 tahun. Warga setempat yang saat itu kebanyakan merupakan bangsa Arab menyebut Yoe Hong dengan nama Bah Sipit. Racikan kopi Cap Kacamata diolah dari jenis biji kopi robusta dan arabica
Sebutan Bah Sipit lama kelamaan menjadi merek dagang, sebelum akhirnya secara resmi diganti menjadi Kopi Cap Kacamata pada 1950an. Namun kendati sudah diubah, kebanyakan pelanggan tetap menggunakan nama kopi Bah Sipit, sehingga kopi ini lebih dikenal dengan merek itu.
Meski orang Cina, Bah Sipit sehari-hari bergaul dengan orang Arab, sehingga ia terbiasa menggunakan bahasa Arab untuk berkomunikasi. Bahkan, konon desain kacamata yang menjadi logo pada kemasan kopi racikan Bah Sipit dibuat oleh peranakan Arab, Muhammad bin Ahmad Balweel.
3. Kopi Cap Oplet