Yuk! Kenali Ngawi, Kota Keripik Tempe

photo author
Tim Terpantau 03, Terpantau
- Rabu, 5 Oktober 2022 | 14:40 WIB
Lambang Kabupaten Ngawi. (Wikipedia)
Lambang Kabupaten Ngawi. (Wikipedia)

Terpantau.com - Tak semua memang, tapi beberapa daerah memiliki kisah tertentu yang mengawali penamaannya. Misalnya Ngawi, suatu kabupaten di Provinsi Jawa Timur. 

Ngawi terletak di bagian barat Provinsi Jawa Timur yang berbatasan langsung dengan Provinsi Jawa Tengah. Sebelah utara kabupaten ini berbatasan dengan Kabupaten Grobogan dan Blora (keduanya termasuk dalam wilayah Provinsi Jawa Tengah) dan Kabupaten Bojonegoro, di timur berbatasan dengan Kabupaten Magetan, dan Kabupaten Madiun di selatan, serta Kabupaten Sragen dan Karanganyar (Jawa Tengah) di barat.

Jika dilihat dari asal usul Kabupaten Ngawi dinamai demikian karena dahulu banyak pohon bambu di sepanjang pinggir aliran sungai Bengawan Solo dan Bengawan Madiun. Kata Ngawi berasal dari kata "awi" (bahasa Jawa Kuno) yang berarti "bambu" dan mendapat imbuhan "ng" sehingga menjadi Ngawi. Dulu Ngawi banyak terdapat pohon bambu.

Hari jadi Ngawi yang diperingati setiap tanggal  7 Juli 1358 M didasarkan pada catatan sejarah paling kuno yang ditemukan. Kata Ngawi tercatat dalam prasasti  Canggu tahun 1280 Saka pada masa pemerintahan Majapahit di bawah Raja Hayam Wuruk berdasarkan penelitian MM. Soekarto K. Atmodjo). Dalam prasasti itu Ngawi ditetapkan sebagai Naditirapradesa (daerah penambangan) dan daerah swatantra.

Selain dalam prasasti Cangu, kata Ngawi juga terdapat dalam Piagam Sultan Hamengku Buwono tanggal 2 Jumadilawal 1756 Saka (berdasarkan hasil penelusuran Bapak Soehardjo Hatmosoeprobo) yang menetapkan bahwa pada tanggal 10 Nopember 1828 M, Ngawi ditetapkan sebagai daerah Narawita (pelungguh) Bupati Wedono Monco Negoro Wetan. Peristiwa tersebut merupakan bagian dari perjalanan Sejarah Ngawi pada jaman kekuasaan Sultan Hamengku Buwono.

Baca Juga: Citycation ke Malang? Ini dia 4 Destinasi yang Wajib Kamu Kunjungi

Luas wilayah Kabupaten Ngawi adalah 1.298,58 km2. Sekitar 40 persen atau kira-kira 506,6 km2 berupa lahan sawah. Secara administrasi wilayah ini terbagi ke dalam 19 kecamatan dan 217 desa, di mana 4 dari 217 desa tersebut adalah kelurahan.Semboyan Ngawi RAMAH yaitu Ramah, Aman, Maju, Adil dan Harmonis. Sedangkan untuk flora resmi adalah cerme dan fauna resmi adalah decu belang.

Kabupaten Ngawi sering mendapat julukan Kota Bambu atau juga Kota Keripik Tempe. Keripik Tempe ini merupakan salah satu makanan khas Ngawi yang konon rasanya beda dengan keripik tempe yang lain. Selain keripik tempe ada minuman khas Ngawi yaitu wedang cemue, wedang yang mirip-mirip ronde atau sekoteng ini menjadi andalan kota Ngawi.

Untuk daerah wisata Ngawi tak kurang-kurang mempunyai pesona indah seperti Kebun Teh Jamus,  Benteng Van De Bosch atau Benteng pendem dan lain-lain. (SDS)***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Tasia Wulandari

Sumber: Wikipedia

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

5 Rekomendasi Tempat Hangout Hits di Jakarta

Jumat, 12 Juli 2024 | 13:12 WIB

8 Destinasi Liburan Sekolah yang Menyenangkan

Rabu, 5 Juni 2024 | 11:02 WIB
X