news

Elektabilitas Ganjar Pranowo Tertinggi, PDI Perjuangan Tetap Tunggu Bulan Juni untuk Umumkan Capres  

Rabu, 22 Februari 2023 | 13:33 WIB
Elektabilitas kader PDI Perjuangan Ganjar Pranowo tertinggi dalam hasil jajak pendapat Litbang Kompas Januari 2023

Terpantau.com PDI Perjuangan tidak mau grusa-grusu dalam menentukan dan mengumumkan calon presiden (capres) yang akan diusung pada Pilpres 2024 mendatang. Padahal, elektabilitas kader PDI Perjuangan Ganjar Pranowo berada di urutan teratas dalam hasil jajak pendapat Litbang Kompas Januari 2023.

Dikutip dari Harian Kompas, Rabu (22/2/2023), elektabilitas kader PDI Perjuangan Ganjar Pranowo berada di urutan pertama dengan tingkat elektabilitas 25,3 persen. Angka itu meningkat 2,1 persen ketimbang survei Oktober 2022, di mana Gubernur Jawa Tengah itu memiliki tingkat elektoral 23,2 persen.

Elektabilitas calon presiden (capres) tertinggi masih diduduki oleh Ganjar Pranowo, disusul Prabowo Subianto, dan Anies Baswedan. 

“Calon Presiden Jokowi akan diumumkan Bu Mega pada tahun 2023, bulan Juni ada bulan Bung Karno,” kata Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto dilansir Youtube Sonora FM. 

Baca Juga: Ganjar Pranowo Diteriaki 'Presiden' Saat Rakor PAN Jateng

Hasto menegaskan PDI Perjuangan memprioritaskan untuk memenangkan pemilu legislatif (pileg) yang memang diagendakan lebih dahulu dibandingkan pilpres.

“Ambeg paramarta, dahulukan yang penting, prioritas dahulu. Yang jelas harus satu tarikan nafas dengan Bung Karno, Ibu Megawati, dan Pak Jokowi” ujarnya.

Terbuka untuk Koalisi

PDI Perjuangan merefleksikan hasil pemilu 2014 ketika Jokowi sebagai kader yang diusung PDI Perjuangan berpasangan dengan Jusuf Kalla memenangi Pilpres. Meski menang, namun kepemimpinan di lembaga legislatif maupun alat kelengkapan dewan (AKD) dikuasai oleh kekuatan yang berseberangan.

“Belajar dari 2014, di mana ketika Pak Jokowi terpilih terjadi tsunami politik karena kekuatan kami kurang dari 50%. Sehingga kepemimpinan dan AKD DPR dikuasai oleh yang tidak berpihak pada Pak Jokowi. Akibatnya perlu konsolidasi politik selama 1 tahun,” papar Hasto.

Baca Juga: Ganjar Pranowo Doakan Eril, Puji Ketegaran dan Keikhlasan Ridwan Kamil

Oleh karena itu, PDIP Perjuangan terbuka dengan koalisi dalam pilpres 2024 mendatang. Bahkan, komunikasi politik terus dijalin dengan sejumlah partai, terutama yang telah ada sejak masa perjuangan kemerdekaan maupun pernah memiliki sejarah kerjasama dengan PDI Perjuangan.

Hasto secara gamblang menjelaskan dialog politik telah dilakukan PDI Perjuangan dengan PAN, PKB, PPP, Golkar, dan Gerindra.

“Kami bisa berbagi kekuasaan. Ini kan kepentingan bangsa dan negara yang kita perjuangkan.

Prinsipnya gotong royong, kerja sama membangun bangsa. Meski kami bisa mengusung sendiri, tapi demi stabilitas politik dan pemerintahan, kami merangkul semua menjadi kekuatan pemersatu bagi Indonesia,” jelas Hasto.

Halaman:

Tags

Terkini