Jokowi Berharap Rakyat Tak Lagi Bergantung pada Beras

photo author
Tasia Wulandari, Terpantau
- Minggu, 14 Agustus 2022 | 21:08 WIB
Jokowi saat penyerahan penghargaan dari IRRI. (Tangkapan layar dari akun YouTube Sekretariat Kabinet RI.)
Jokowi saat penyerahan penghargaan dari IRRI. (Tangkapan layar dari akun YouTube Sekretariat Kabinet RI.)

Terpantau.com – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyatakan pemerintah menginginkan perluasan diversifikasi bahan pangan pokok di Indonesia. Dengan begitu, konsumsi utama makanan pokok tak hanya mengandalkan beras.

“Diversifikasi pangan ... kita [nantinya] tidak hanya tergantung pada beras, tetapi kita harus mulai [diversifikasi] untuk jenis-jenis bahan pangan lainnya,” kata Jokowi saat penyerahan penghargaan dari Internasional Rice Research Institute (IRRI) kepada pemerintah Indonesia.

Penyerahan penghargaan disiarkan secara daring pada Minggu (14/8) melalui akun YouTube Sekretariat Kabinet RI. Penghargaan diberikan kepada pemerintah Indonesia terkait keberhasilan ketahanan pangan.

Dalam pidatonya, Jokowi menambahkan program diversifikasi telah dimulai lewat produksi sorgum di Waingapu, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Sementara jagung ditanam di beberapa provinsi lain. Strategi ini, katanya, mulai membuahkan hasil.

Tujuh tahun silam, papar Jokowi, Indonesia harus mengimpor 3,5 juta ton jagung. Saat ini impor untuk jenis yang sama hanya kira-kira 800 ribu ton.

“Ini suatu lompatan yang besar. Kami berharap dapat terus-menerus konsentrasi ke sana [diversifikasi bahan pangan pokok]. Insya Allah kita tidak impor jagung lagi pada 2-3 tahun mendatang. Seperti halnya beras, sudah tiga tahun kita tidak impor,” kata Jokowi.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Tasia Wulandari

Sumber: Sekretariat Kabinet RI

Tags

Rekomendasi

Terkini

X