Terpantau.com - Penyambutan delegasi pertemuan G20 yang dilangsungkan di Bali dimeriahkan dengan pemasangan 2.500 penjor. Penjor atau bambu dengan hiasan daun kelapa muda ini umumnya dipasang menjelang hari raya keagamaan umat Hindu di Bali.
Gubernur Bali, Wayan Koster, menyebutkan sebanyak 2.500 penjor dipasang dari Bandara I Gusti Ngurah Rai hingga lokasi pertemuan dan hotel yang nantinya akan ditempati petinggi G20 pada 15-16 November mendatang.
"Desain penjornya istimewa, seperti yang suka dilombakan di Kerobokan," ungkap Wayan.
Penjor tersebut dibagi menjadi dua jenis, yakni jenis madya yang dipadang di jalan raya, dan jenis utama yang dipasang di lokasi pertemuan, seperti venue utama G20, Hotel The Apurva Kempinski, dan kawasan Mangrove.
Wayan Koster menyebutkan bahwa seluruh dana dari pemasangan penjor berasal dari Pemprov Bali sebesar Rp3,5 miliar. Namun, pengerjaan sepenuhnya diberikan kepada masing-masing desa adat.
Ia juga memastikan persiapan lainnya juga masih dilakukan di Bali dan tidak akan mengecewakan.
Pemprov Bali juga tengah memantau perbaikan jalan pada jalur pedestrian menuju Kempinski, yang sempat mengalami pemindahan kabel listrik, sehingga pengerjaannya lebih lambat daripada yang lain.
"Akhir Oktober ini sudah 100 persen selesai, saya memantau ke lapangan. Terakhir kemarin bersama Menteri PUPR sudah bagus, bahkan Pak Presiden juga sudah mengunjungi," ucap Wayan.
Meskipun demikian, Wayan Koster memastikan seluruh kesiapan kegiatan G20 di Bali akan rampung pada akhir Oktober 2022. (LNA)***
Artikel Terkait
Artis Multitalenta Maudy Ayunda Terpilih Sebagai Jubir G20 Indonesia
Polri Borong Mobil Listrik Untuk Pengamanan KTT G20, Habis Rp66 Miliar
Jelang KTT G20, Pemerintah Siapkan Skenario Semua Kepala Negara Hadir Termasuk Putin