Bakal Ada Kereta Gantung di Rinjani dan Puncak Bogor, Pemerintah Berupaya Hadirkan Pariwisata Berkualitas

photo author
Tim Terpantau 01, Terpantau
- Rabu, 28 Desember 2022 | 15:19 WIB
Lalu lintas menujut tempat wisata di kawasan Puncak, Bogor, biasanya ramai jelang Nataru. (NTMC Polri)
Lalu lintas menujut tempat wisata di kawasan Puncak, Bogor, biasanya ramai jelang Nataru. (NTMC Polri)

 

Terpantau.com Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Baparekraf) terus berupaya menghadirkan pariwisata yang semakin berkualitas dan berkelanjutan di berbagai destinasi wisata di Indonesia.

Salah satu tempat wisata berkelanjutan adalah Taman Nasional Komodo, Labuan Bajo, NTT yang merupakan destinasi pariwisata super prioritas (DPSP).

Meskipun pemerintah telah membatalkan kenaikan tiket masuk ke Taman Nasional Komodo, upaya konservasi kawasan tersebut tetap menjadi fokus utama kementerian/lembaga terkait. Pemerintah menegaskan pariwisata yang berkualitas dan berkelanjutan ini akan menjadi keniscayaan. 

Baca Juga: Liburan ke Pantai Cibangban, Nikmati Hamparan Pasir Lembut di Tempat Wisata Alam Sukabumi

“Oleh karena itu, untuk biaya konservasi akan kami utamakan. Dimana di sini lintas kementerian dan lembaga akan berkoordinasi untuk menghadirkan langkah-langkah agar pembangunan infrastruktur yang terus kita siapkan di TN Komodo tidak akan mengganggu aktivitas pariwisata yang berkelanjutan," kata Menparekraf Sandiaga Uno dalam jumpa pers.

Kereta Gantung di Tempat Wisata

Selain Taman Nasional Komodo, rencana pembangunan kereta gantung atau cable car di destinasi wisata seperti di sekitar Gunung Rinjani, NTB dan Puncak Bogor, Jawa Barat juga akan didorong oleh Kemenparekraf. Kereta gantung ini dapat menjadi alternatif transportasi yang ramah lingkungan.

"Khususnya untuk Puncak, karena kemacetan di Puncak ini sudah sangat luar biasa. Dan kemarin Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek telah melakukan kajian awal dan memberikan rekomendasi anggaran kereta otomatis dan kereta gantung itu sebesar Rp 7,3 triliun. Namun Pemda Bogor masih menilai dan mengkaji anggaran tersebut," ujarnya.

Investor dari Arab Saudi dikatakan Sandiaga menunjukkan ketertarikannya untuk menanamkan investasi pada pengembangan kereta gantung tersebut. Hal ini berdasarkan hasil kunjungan kerja Menparekraf ke Arab Saudi beberapa waktu lalu.

"Karenanya tentu kami mendorong agar percepatan persiapan dari kereta gantung ini bisa diwujudkan bukan hanya di Bogor tapi juga di beberapa destinasi wisata lainnya," katanya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Ajoe Dhani

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X