Terpantau.com - Twitter telah resmi dibeli Elon Musk, namun sederet petinggi perusahaan juga ikut dipecat.
Mereka yang dipecat termasuk COE Twitter Parag Agrawal hingga kepala hukum Twitter Vijaya Gadde.
Seorang analis LightShed, Rich Greenfield mengungkapkan alasan Elon Musk memecat bos Twitter. Menurutnya, PHK dilakukan agar mencegah saham mereka tidak vesting sebagai bagian dari perusahaan kontrol.
Sebelum 1 November 2022 disebutkan bahwa Elon Musk memecat eks bos Twitter demi menghindari pembayaran mereka sebagai bagian dari saham yang belum vensted hingga pesangon.
Namun Elon Musk membantah laporan yang mengklaim kalau dia bakal PHK massal karyawan Twitter, sebelum 1 November untuk mengindari pembayaran hibah saham ke karyawan yang dipecat.
Pada saat bersamaan, Elon Musk menggunggah tentang kondisi struktur kerja yang tak baik di Twitter.
Hal itu mengindikasikan kalau Elon Musk bakal merestrukturisasi tim dan mungkin bakal memecat para karyawan Twitter yang tidak ambil bagian.
Baca Juga: Rencana PHK Massal Karyawan Twitter, Ini Kata Elon Musk
Menurut kabar yang beredar, pesangan yang bakal diterima CEO Twitter Parag Agrawal berkisar 67 dollar AS atau Rp 1 triliun.
Angka ini termasuk saham langsung senilai 6,9 juta dollar AS, gaji pokok sebesar 1 juta dollar AS, dan saham yang belum vested senilai 59 juta dollar AS.
Sedangkan Vijaya Gadde akan menerima pesangon 54,7 juta dollar AS atau Rp.854 miliar.
Angka yang diterima sudah termasuk dalam saham langsung, gaji pokok, dan saham yang belum diinvestasikan.
Hal ini agak mirip dengan apa yang terjadi dalam beberapa bulan terakhir ketika Elon Musk enggan membeli Twitter dan manajemen menuntutnya ke pengadilan.
Ketika sidang makin dekat, Elon Musk berubah pikiran lagi dan mengatakan bahwa dia akan membeli Twitter dengan harga asli 44 miliar Dolar AS.