Terpantau.com - Isu pemecatan atau PHK massal karyawan platform media sosial Twitter merebak pasca pemilik Tesla Elon Musk secara resmi mengakuisisi Twitter pada Kamis (27/10/2022).
Mengutip dari The New York Times, sejumlah narasumber yang mengetahui isu itu mengatakan pemecatan karyawan Twitter berlangsung akan dimulai pada Sabtu (29/10/2022) atau sehari setelah Elon Musk menjadi bos baru.
Sejumlah tim di perusahaan Twitter dikabarkan mengalami pemecatan karyawan lebih banyak dibandingkan tim lainnya.
Ditambah, petinggi Twitter sebelumnya langsung dipecat Elon Musk seperti CEO Parag Agrawal, Chief Financial Officer Ned Segal dan pimpinan legal dan kebijakan Vijaya Gadde.
Elon Musk menuduh mereka menyesatkan dia dan investor soal jumlah akun palsu di dalam platform.
Firma riset Equilar mengatakan para mantan pejabat eksekutif Twitter yang dipecat berupaya mendapatkan uang pesangon senilai 122 juta dolar AS (Rp.1,9 triliun) dari Elon Musk.
Baca Juga: Elon Musk Jadi CEO Twitter, Akun Centang Biru Akan Dikenakan Biaya
Namun Elon Musk membantah pemberitaan pemecatan karyawan sebelum 1 November untuk mencegah pemberian hibah saham.
Elon Musk membalas "Ini salah" pada salah satu cuitan di platform Twitter yang menanyakan kabar pemecatan karyawan itu, seperti dilansir Reuters, Senin (31/10/2022).
The New York Times pada Minggu (30/10) melaporkan, Elon Musk memerintahkan pemecatan karyawan Twitter akan dilakukan sebelum Selasa (1/11/2022).
Sebab pada tanggal tersebut, para mantan petinggi Twitter akan mendapatkan hibah saham sebagai bagian dari kompensasi.
Sementara The Information mengabarkan, berdasarkan informasi dari narasumber yang mengetahui isu itu, melaporkan empat eksekutif Twitter diberhentikan karena "sebab tertentu".
Alasan itu digunakan untuk menghindari pembayaran pesangon dan saham yang belum diinvestasikan.
Miliuner global Elon Musk telah menyelesaikan proses pembelian perusahan media sosial Twitter Inc senilai 44 miliar dolar Amerika Serikat (AS) atau lebih dari 680 triliun rupiah pada Kamis (27/10) waktu setempat.
Setelah resmi menjadi pemilik Twitter, disiarkan Reuters Jumat, Elon Musk langsung memecat sejumlah petinggi yang dia tuduh memberi informasi sesat soal akun robot dan sampah di media sosial itu.
Elon Musk berkomitmen melawan akun sampah dan bot di Twitter dan membuat algoritma, yang bisa menentukan konten, bisa diakses publik.
Artikel Terkait
WhatsApp Down, Telegram Jadi Trending di Twitter
Simak! Ini Daftar HP yang Tak Lagi Dapat Gunakan WhatsApp
Instagram Minta Maaf Karena Down, Sedang Usut Masalahnya
Pasca Instagram Down, Followers Berkurang Drastis Secara Tiba-Tiba