Jelang Ramadan, Bulog Jajaki Impor Kedelai dari Thailand

photo author
Tasia Wulandari, Terpantau
- Jumat, 11 Maret 2022 | 16:44 WIB
Tanaman kedelai. (Pixabay)
Tanaman kedelai. (Pixabay)

TERPANTAU - Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso mengaku sudah mendapat penugasan dari pemerintah dalam pengadaan impor kedelai. Impor dilakukan untuk menambah pasokan sekaligus meredam lonjakan harga kedelai. Terlebih lagi, umat Muslim akan memasuki Ramadan--periode waktu yang lumrahnya disertai lonjakan harga komoditas.

Pemerintah memang belum mengeluarkan keputusan resmi terkait pengadaan terbaru impor kedelai. Meski begitu, Bulog sudah memikirkan bakal mengimpor kedelai dari beberapa negara, termasuk Thailand.

"Kami menjajaki [kemungkinan impor kedelai] dari Thailand, Brazil, Amerika Serikat (AS). Nah, sekarang kami sedang memetakan, mana yang lebih cepat dan murah. Sedang menghitung, sebenarnya kebutuhan [impor kedelai] berapa sih?," katanya di Gudang Beras Bulog Kelapa Gading, Jakarta Utara pada Jumat (11/3) seperti dikutip dari CNBC Indonesia.

Selama ini Indonesia lebih banyak mengimpor kedelai dari AS yang disusul Brasil. Ketika Cina memborong kedelai global, termasuk panen dari AS, Indonesia harus mencari cara guna tetap memenuhi kebutuhan kedelai dalam negeri.

Indonesia pada 2021 mengimpor 2,5 juta ton kedelai. Dalam periode yang sama, produksi dalam negeri tak lebih dari 300 ribu ton. Dalam setahun itu pula, kebutuhan pengrajin tempe dan tahu mencapai 3,5 juta ton kedelai. "Harapan kami," papar Budi, "produksi [kedelai] dalam negeri akan meningkat, step by step."

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Tasia Wulandari

Tags

Rekomendasi

Terkini

Harga Minyak Melejit, APBN 2026 Terancam Jebol

Senin, 30 Maret 2026 | 11:38 WIB
X