TERPANTAU - Menjelang permulaan Ramadan pada April 2022, harga cabai rawit merah mulai naik di sejumlah pasar tradisional. Harga cabai rawit merah per Minggu (13/3) mencapai Rp70 ribu per kilogram. Kenaikan turut dipicu panen di sentra produksi yang terhambat akibat musim hujan.
Ketua Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (Ikappi) Abdullah Mansuri mengungkapkan harga cabai rawit merah melambung dari harga normal yang sekitar Rp25 ribu kilogram. “Ini, kan, sedang musim hujan, ya. Harusnya sudah panen di sentra-sentra produksi, tetapi terhambat,” kata Abdullah seperti disitir dari Liputan6.com.
Panen yang terhambat menyebabkan cabai rawit merah langka di sejumlah pasar tradisional. Kelangkaan memicu kenaikan harga besar-besaran.
“Memang cuaca menjadi salah satu faktor kenaikan harga. Apalagi cuaca ekstrem antara hujan dan panas yang tak menentu. Jadinya banyak layu fusarium,” kata Ketua Asosiasi Champion Cabai Indonesia Tunov Mondro, masih disitir dari Liputan6.com.
Ia menyebutkan faktor lainnya terkait kontrol dari pemerintah. Pengawasan yang dinilai masih kurang turut memicu panen yang tak menentu pada tingkat petani.
“Kontrol itu termasuk pendampingan di lapangan dan support bantuan untuk petani cabai yang terus berkurang sejak 2019,” katanya kembali. Akibatnya, luasan lahan yang sebelumnya berlimpah panen cabai rawit pun terus menurun.