Terpantau.com - José Ramos Horta resmi dinyatakan sebagai pemenang Pemilihan Umum 2022 Timor Leste, setelah melewati putaran kedua melawan Presiden Petahana Timor Leste Francisco "Lu Olo" Guterres.
Menurut data Badan Administrasi Pemilihan, Ramos Horta resmi menjadi Presiden Ke-5 Timor Leste dengan perolehan 62,09 persen suara, sedangkan Lu Olo mendapat 37,91 persen suara.
“Sebagai presiden, saya berkomitmen untuk melakukan apa pun demi mempertahankan nilai-nilai yang terkandung di dalam konstitusi, melindungi kebebasan untuk berpikir, kebebasan untuk memegang kepercayaan, untuk berekspresi, dan keberagaman dalam berpendapat,” kata Ramos Horta dalam pidato pelantikan presiden di Tasi-Tolu, Dili, Timor Leste, Kamis (19/5).
Baca Juga: Finlandia dan Swedia Gabung NATO, Menlu Rusia : Tak Berpengaruh Bagi Kami
Pelantikan ini dihadiri oleh Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam) Republik Indonesia Mahfud MD yang mewakili Presiden Republik Indonesia Joko Widodo dan Duta Besar Republik Indonesia untuk Timor Leste Okto Dorinus.
Dalam pidato pelantikannya, Ramos Horta menyampaikan bahwa dirinya tidak hanya merepresentasikan masyarakat yang memberi suara untuk dirinya, tetapi ia menjadi presiden untuk merepresentasikan seluruh masyarakat Timor Leste.
“Hari ini, saya memaknai fungsi seorang presiden sebagaimana semangat dan keyakinan yang telah saya jalani dalam seluruh tanggung jawab yang dipercayakan kepada saya selama ini, yaitu sebagai seorang pelayan untuk publik, seorang pelayan untuk masyarakat Timor Leste,” kata Ramos Horta.
Ramos Horta menyampaikan beberapa isu global, seperti situasi perekonomian dunia, gejolak geopolitik, kerja sama bilateral, multilateral, dan regional, situasi demokrasi, perkembangan teknologi dalam administrasi pemerintahan hingga terkait energi dan pembangunan berkelanjutan.
Ia kembali menegaskan bahwa menjadi anggota ASEAN merupakan tujuan dari strategi nasional Timor Leste pada masa dirinya menjabat sebagai presiden.
Meskipun Ramos Horta merupakan calon presiden independen, Presiden Pertama Timor Leste dan Ketua Partai Kongres Nasional Rekonstruksi Timor (Congresso Nacional de Reconstrução de Timor/CNRT) Xanana Gusmão memberikan dukungan kepada Ramos-Horta.
Sebelumnya, Ramos Horta sudah pernah terpilih menjadi Presiden Timor Leste pada periode 2007-2012. Dengan demikian, periode ini merupakan periode kedua bagi Ramos-Horta untuk menjabat sebagai seorang presiden.***
Artikel Terkait
Ukraina Umumkan Tarik Mundur Pasukan, Rusia Kuasai Penuh Mariupol
Korea Utara Hadapi Gelombang Covid, Kim Jong Un Kerahkan Militer
Tabrakan Kereta di Barcelona, 1 Tewas dan Puluhan Penumpang Luka-luka
Biden Kutuk Penembakan di Buffalo, Sebut Supremasi Kulit Putih Adalah Racun