daerah

Dukung Program MBG, Globaltech Dirikan Dapur SPPG Standar BGN

Senin, 16 Februari 2026 | 19:35 WIB
Direksi PT Global Tech Indonesia Kunjungi Dapur Standar BGN di Cililin (Ist)

TERPANTAU, BANDUNG BARAT – PT Globaltech Mineral Indonesia membangun Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Mandiri Standar Badan Gizi Nasional (BGN) di Desa Rancapanggung, Kecamatan Cililin, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat. 

Fasilitas ini disiapkan untuk mendukung pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan kapasitas layanan ribuan penerima manfaat.

Perusahaan bertindak sebagai mitra pemilik fasilitas yang bekerja sama dengan Yayasan Bhakti Mitra Widyatama (Jakarta), selaku mitra dari Badan Gizi Nasional (BGN). 

Pembangunan dapur tersebut dilaksanakan oleh PT Globaltech Mineral Indonesia Kantor Perwakilan Bandung.

Baca Juga: Ketum APDESI Ajak Kepala Desa Wujudkan Kemandirian Ekonomi Desa

Direktur Pelaksana PT Globaltech Mineral Indonesia, Tatang Sutarman, mengatakan dirinya ditunjuk langsung oleh pimpinan pusat sebagai penanggung jawab pembangunan dapur-dapur SPPG Mandiri Standar BGN milik perusahaan bersama Yayasan Bhakti Mitra Widyatama di wilayah Jawa Barat.

“Pembangunan dapur di Desa Rancapanggung ini ditargetkan rampung 100 persen dalam bulan ini, dengan target peluncuran dan mulai operasional pada awal Maret 2026,” ujarnya dalam keterangan tertulis.

Dapur SPPG Mandiri tersebut dibangun di atas lahan dengan luas 1200 meter, bangunan 16 x 20 meter serta area parkir seluas 360 meter persegi. 

Proses pembangunan ditargetkan selesai dalam waktu 45 hari kerja, di luar hari libur dan kendala kondisi alam.

Baca Juga: Banjir Landa 9 Kecamatan di Grobogan Jawa Tengah

Fasilitas ini dirancang sesuai standar nasional BGN, tidak hanya dari sisi konstruksi bangunan, tetapi juga kelengkapan peralatan, sistem operasional, serta aspek perizinan. 

Pihak pengelola menyebut dapur telah mengantongi sertifikasi laik higiene sanitasi (SLHS) dan perizinan operasional lainnya sebagai prasyarat pelayanan program MBG.

Saat beroperasi, dapur ditargetkan melayani sekitar 3.892 penerima manfaat yang terdiri dari siswa sekolah, serta ibu hamil dan ibu menyusui di wilayah sekitar Desa Rancapanggung.

 

Halaman:

Tags

Terkini