Ketum APDESI Ajak Kepala Desa Wujudkan Kemandirian Ekonomi Desa

photo author
Dedi Darmadi, Terpantau
- Senin, 16 Februari 2026 | 18:54 WIB
Ketum APDESI Ajak Kepala Desa Wujudkan Kemandirian Ekonomi Desa (Ist)
Ketum APDESI Ajak Kepala Desa Wujudkan Kemandirian Ekonomi Desa (Ist)

TERPANTAU, JAKARTA -- Ketua Umum DPP Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (APDESI) periode 2026–2030, Junaedhi Mulyono, menegaskan pentingnya profesionalisme pengelolaan desa serta penguatan ekonomi berbasis potensi lokal.

Hal itu ditegaskan Janaedhi dalam pidato perdananya usai pelantikan di Auditorium Kementerian Desa dan Daerah Tertinggal, Senin, 16 Februari 2026.

Dalam acara yang dihadiri sejumlah pejabat RI, seperti Menko Pangan Zulkifli Hasan, Menteri Desa dan Daerah Tertinggal Yandri Susanto, serta Sekjen Kementerian Dalam Negeri Komjen Pol Tomsi Tohir Balaw, Junaedhi menyampaikan komitmen APDESI untuk bersinergi dengan pemerintah pusat dalam mewujudkan program pembangunan nasional.

Baca Juga: Tirta Mayang Jamin Kelancaran Distribusi Air Bersih saat Bulan Ramadan

Kepala Desa Ponggok, Klaten, Jawa Tengah tersebut mengatakan, lewat pengelolaan desa yang profesional, dirinya mampu menjadi Desa Ponggok yang sebelumnya desa miskin, kini menjadi desa yang memiliki kemandirian ekonomi desa.

Diterangkannya, aset Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) di Ponggok telah mencapai lebih dari Rp30 miliar. Selain itu, Desa Ponggok juga menjalankan program sosial seperti satu rumah satu mahasiswa serta pembiayaan penuh klaim BPJS kesehatan warga.

Menurutnya, kekuatan desa terletak pada kemampuan memanfaatkan sumber daya lokal. Produksi ikan di Ponggok yang mencapai 30 ton per bulan disebut menjadi bukti bahwa pengelolaan potensi alam secara tepat dapat memperkuat ketahanan pangan dan membuka peluang ekspor di masa depan.

Baca Juga: Banjir Landa 9 Kecamatan di Grobogan Jawa Tengah

Dalam pidatonya, Junaedhi juga menyoroti pentingnya investasi pendidikan sebagai fondasi pembangunan desa. Ia mengungkapkan bahwa Ponggok kini menjadi “laboratorium desa” dengan sekitar 800 proses penelitian dan kerja sama bersama 52 kampus.

Kolaborasi akademik tersebut dinilai penting agar tata kelola desa berjalan profesional dan berkelanjutan.

“Kalau desa tidak dikelola secara profesional, banyak BUMDes maupun koperasi yang akan sulit berkembang,” ujarnya.

Lebih lanjut, Junaedhi menegaskan APDESI akan berperan aktif mendukung program Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, termasuk optimalisasi dana desa untuk penguatan koperasi dan rantai pasok ekonomi pedesaan.

Baca Juga: Prabowo Terbang ke Amerika Serikat untuk Bertemu dengan Trump

 

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Dedi Darmadi

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Simak, Masyarakat Miskin Makin Mudah Punya Rumah

Rabu, 15 April 2026 | 20:48 WIB

Indonesia Jadi 'Cahaya' di Mata Investor Global

Rabu, 15 April 2026 | 18:09 WIB
X