Mengenal Ciri Ciri Fabel, 'Serigala dan Anak Kambing' Dapat Dijadikan Referensi Bacaan Sehabis Tarawih

photo author
Siwi Susilaningsih, Terpantau
- Minggu, 16 April 2023 | 20:00 WIB
Mengenal Ciri Ciri Fabel, 'Serigala dan Anak Kambing' Dapat Dijadikan Referensi Bacaan Sehabis Tarawih (www.kidsfront.com)
Mengenal Ciri Ciri Fabel, 'Serigala dan Anak Kambing' Dapat Dijadikan Referensi Bacaan Sehabis Tarawih (www.kidsfront.com)

Terpantau.com - Pasti sudah banyak yang tahu jika fabel merupakan cerita fiksi. Fabel merupakan cerita fiksi yang berbeda ciri ciri dari cerita fiksi pada umumnya. Perbedaan itu nanti dapat dilihat pada contoh dibawah biar bisa dijadikan referensi bacaan sesudah tarawih.

Jika legenda bercerita tentang kehidupan manusia di masa lampau yang memiliki kekutan gaib, maka fabel berkisah tentang contoh kehidupan hewan yang  berperilaku layaknya manusia. Itu ciri ciri fabel. Sehabis tarawih dapat lho sebagai referensi bacaan.

Fabel Aesop merupakan salah satu contoh fabel yang terkenal. Sedangkan di Indonesia kita juga mengenal fabel Jataka. Jadi sehabis tarawih dapat dijadikan referensi bacaan untuk mendapat banyak contoh agar ciri ciri fabel semakin nyata kelihatan.

 Baca Juga: Novel Penagraf Ivy Bagian III Jogja Istimewa, 'Hak Kesulungan Diaz'

Fabel berasal dari bahasa Latin, yaitu “Fabula” yang artinya cerita. Fabel adalah cerita fiksi dengan tokoh berupa hewan yang berperilaku dan berwatak selayaknya manusia, seperti dapat berbicara, berpikir, hingga berpakaian.

Fabel umumnya mengandung berbagai pesan moral yang dapat dipetik oleh pembaca dan dijadikan pembelajaran dalam kehidupan sehari-hari.

Fabel mulai berkembang pada abad pertengahan dan telah digunakan sejak saat itu sebagai salah satu sarana untuk mengajarkan berbagai nilai moral kepada manusia, utamanya anak-anak.

Baca Juga: Seksi HAAK Cililitan Gelar Buka Bersama Dengan Bagi Takjil dan Nasi Kotak Bagi Masyarakat Sekitar

1. Fabel memiliki 6 ciri yang membedakan dengan karya fiksi lainnya, yaitu:

2. Tokoh dalam cerita berupa binatang yang berperilaku dan berwatak seperti manusia.

3. Cerita fabel menunjukkan kejadian sebab-akibat.

4. Alur cerita fabel umumnya lebih sederhana namun sarat akan pesan moral.

5. Konflik dalam cerita umumnya diambil dari kehidupan manusia sehari-hari.

6. Menggunakan latar tempat di alam, seperti di hutan, sungai, kebun, kolam, sawah, dan lain-lain.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Tasia Wulandari

Sumber: Berbagai Sumber

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X