Sejarah Hari Pendidikan Nasional 2 Mei, Mengenang Ki Hajar Dewantara Bapak Pendidikan Nasional Indonesia

photo author
- Selasa, 2 Mei 2023 | 12:05 WIB
Hari Pendidikan Nasional mengenang bapak pendidikan nasional Ki Hajar Dewantara
Hari Pendidikan Nasional mengenang bapak pendidikan nasional Ki Hajar Dewantara

Terpantau.comHari Pendidikan Nasional diperingati setiap tanggal 2 Mei di Indonesia untuk memperingati lahirnya Ki Hajar Dewantara, seorang tokoh pendidikan terkemuka Indonesia yang dianggap sebagai pelopor pendidikan nasional di Indonesia.

Tanggal 2 Mei dipilih sebagai Hari Pendidikan Nasional untuk menghormati dan mengenang jasa-jasa Ki Hajar Dewantara dalam memajukan pendidikan di Indonesia. Peringatan ini dimaksudkan untuk memotivasi dan menginspirasi seluruh warga negara Indonesia untuk terus berjuang dalam memajukan pendidikan di Indonesia.

Biasanya dilakukan dengan upacara bendera di sekolah-sekolah dan perguruan tinggi yang disertai pidato bertema pendidikan. Selain itu, juga terkadang terdapat lomba-lomba yang bertema pendidikan.

Baca Juga: Jadwal Lengkap Voli SEA Games 2023 Kamboja

Indonesia sendiri selalu melaksanakan Hari Pendidikan Nasional setiap tahun dengan mengusung tema tertentu. Pada tahun 2023 ini, tema peringatan yang diusung adalah “Bergerak Bersama Semarakkan Merdeka Belajar”.

Sejarah Hari Pendidikan Nasional

Adanya Hari Pendidikan Nasional tidak lepas dari peran aktif Ki Hadjar Dewantara dalam memperjuangkan pendidikan Indonesia. Nama aslinya R.M. Suwardi Suryaningrat. Ia lahir dari keluarga ningrat tanggal 2 Mei 1998.

Ia menempuh pendidikan dasar di sekolah dasar khusus anak-anak Eropa yang bernama Europeesche Lagere School. Kemudian ia melanjutkan pendidikan di STOVIA (sekolah kedokteran), namun tidak dapat menyelesaikannya karena masalah kesehatan.

Beliau mulai merintis cita-cita memajukan kaum pribumi melalui pendidikan saat masa pengasingannya di Belanda. Ia belajar ilmu pendidikan di sana dan memperoleh ijazah pendidikan bergengsi yang bernama “Europeesche Akta”. Selain itu, juga bergabung dengan organisasi pelajar asal Indonesia.

Baca Juga: Timnas Voli Putri Hadapi Juara Bertahan Thailand di Laga Perdana SEA Games 2023

Kembali ke Indonesia pada September 1919, Soewardi mulai bergerak memajukan pendidikan rakyat pribumi. Ia segara ambil bagian dalam sekolah binaan saudarannya untuk memperoleh pengalaman dan menjadi referensi baginya untuk sekolah yang akan ia dirikan.

Pada 3 Juli 1922, ia mendirikan Perguruan Nasional Taman Siswa di Yogyakarta pada. Ia menciptakan semboyan untuk sistem pendidikannya dalam bahasa Jawa yang berbunyi ing ngarsa sung tuladha, ing madya mangun karsa, tut wuri handayani "di depan memberi contoh, di tengah memberi semangat, di belakang memberi dorongan"). Semboyan ini nantinya akan menjadi semboyan penting dalam dunia pendidikan Indonesia.

Saat berusia 40 tahun, beliau mengganti namanya menjadi Ki Hadjar Dewantara dan meninggalkan gelar kebangsawanannya supaya ia dapat lebih bebas untuk dekat dengan rakyat.

Pada tahun 1950, Ki Hadjar Dewantara diangkat menjadi Menteri Pendidikan Indonesia pertama. Kala itu bernama Menteri Pendidikan, Pengajaran dan Kebudayaan Indonesia. Lalu tahun 1956, ia mendapat gelar doctor honoris causa dari Universitas Gadjah Mada.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Suci Andrianti

Sumber: Berbagai Sumber

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X