Terpantau.com - Masa Adven adalah masa 4 minggu menjelang Natal. Masa adven dibagi menjadi dua periode yaitu periode kesatu dan kedua. Antifon O Ketujuh adalah O Emmanuel atau O Imanuel.
Pada Masa Adven periode kedua itu terdapat nyanyian yang disebut Antifon O. Antifon adalah nyanyian atau syair yang dinyanyikan atau dibacakan dalam misa.
Antifon ini juga digunakan sebagai bait pengantar injil. Masing-masing antifon adalah menyandang nama Kristus, salah satu sifat-Nya yang disebutkan dalam Kitab Suci.
Antifon O yang juga dikenal sebagai O Agung atau The Great Os dinyanyikan pada Masa Adven periode kedua, yaitu tanggal 17 Desember - 24 Desember.
Nyanyian ini disebut Antifon O, karena masing-masing dimulai dengan partikel vokatif O. Antifon ini adalah antifon Magnificat yang digunakan pada ibadat sore atau vesper dalam tujuh hari terakhir dalam masa Adven, yang biasa disebut Hari Biasa Khusus Adven.
Gelar-gelar dalam doa harian atau Bait Pengantar Injil itu, diawali dengan seruan O atau yang disebut dengan Anfifon O atau Antifon Agung O.
Setiap antifon terdiri dari dua bagian, pertama diambil dari teks Kitab Suci, yakni gelar-gelar Mesianis dari nubuat Nabi Yesaya.
Pada periode pertama Masa Adven, yaitu Minggu Pertama sampai dengan tanggal 16 Desember, menekankan pada penantian eskatologis, yakni kedatangan mulia Kristus pada akhir jaman.
Bagian kedua, yang dimulai dari tanggal 17-24 Desember atau ibadat Sore I Hari Raya Natal, semacam sebuah litani, dengan seruan Veni! Datanglah, yang disertai variasi permohonan dari masing-masing antifon.
Antifon Maria pada Offisi Vesper atau dalam doa Brevir ataupun dalam Bait Pengantar Injil dalam Misa harian merupakan antifon sapaan kepada gelar-gelar mesianis.
Baca Juga: KPU Pekerjakan 5,7 Juta Petugas KPPS Untuk Pemilu 2024
Antifon O menggambarkan kerinduan hati umat manusia akan kedatangan Sang Mesias.