Novel Pentigraf Eve, Novel Siwi Susilaningsih Bagian 4 Menabur Harap Di Muntilan, 'Ketetapan yang Harus Kuteguhkan'

photo author
Siwi Susilaningsih, Terpantau
- Selasa, 12 Desember 2023 | 15:15 WIB
Novel Pentigraf Eve, Novel Siwi Susilaningsih Bagian 4 Menabur Harap Di Muntilan, 'Ketetapan yang Harus Kuteguhkan' (pixabay.com/JillWellington)
Novel Pentigraf Eve, Novel Siwi Susilaningsih Bagian 4 Menabur Harap Di Muntilan, 'Ketetapan yang Harus Kuteguhkan' (pixabay.com/JillWellington)

Terpantau.comNovel Pentigraf Eve, Novel Siwi Susilaningsih Bagian 4 Menabur harap Di Muntilan, dengan tokoh Eve, Erwin dan Ryan. Novel pentigraf ini, disajikan satu pentigraf atau cerita pendek tiga paragraf yang berkesinambungan dengan pentigraf berikutnya.

Novel pentigraf novel Siwi Susilaningsih, berkisah tentang kisah cinta antara seorang perempuan unmarried, Eve beranak satu yang ditinggal suaminya karena hilang dalam satu kerusuhan politik. Pada saat mencari kejelasan tentang suaminya, ia bertemu dengan dua lelaki yaitu Erwin dan Ryan.

Kisah cinta antara Eve dan kedua lelaki tadi yaitu Erwin dan Ryan sangat unik. Disajikan dalam novel pentigraf, novel Siwi Susilaningsih ini serasa segar dan aktual. Bagaimana cerita yang terjalin sungguh memberikan warna baru bagi pembaca.

Baca Juga: Mengenal Antifon O yang Keenam: O Rex Gentium Atau O Raja Para Bangsa , Nyanyian Pada Masa Adven Periode Kedua Menjelang Natal

Eve bekerja di bidang yang berhubungan dengan parfum sesuai jurusan yang diambilnya sewaktu kuliah.

Erwin seorang akuntan publik, teman SMA suami Eve yang hilang.

Ryan, seorang artis atau seniman patung dan seni instalasi yang lain.

Stay Tune!                   

Bagian 4. Menabur Harap Di Muntilan.

Baca Juga: Kunjungi Freeport, Puan Maharani Dorong PTFI Tuntaskan Smelter Tembaga Di JIIPE

Episode 100. Ketetapan yang Harus Kuteguhkan.

Setelah memberi berkat pada Alex dan Erwin ikutan juga (aku ingin tertawa sebenarnya), kami berpamitan dan meninggalkan Alex. Perjalanan ke YIA berjalan lancar. Kami check in dan terbang serta mendarat dengan lancar. Keluar dari pintu bandara, Dullah sudah menunggu. Kali ini Erwin minta ijin untuk duduk di depan. Dia mau tidur katanya. “Takut jatuh ke pundakmu nanti.” Aku menggigit bibir bawahku. Duduk manis di jok tengah mobil. Ikutan tidur.

Baca Juga: Ganjar Mahfud Siap Debat Perdana, Bawa Aspirasi Masyarakat Selama Dua Pekan Pertama Kampanye

Aku terbangun ketika mobil sudah keluar dari tol dan masuk jalan regular mengarah ke rumahku. Erwin rupanya masih ada di depan. Dia ikut mengantarku. Sampai di depan rumah, Erwin ikutan turun. Dia minta ijin ingin ke toilet. Aku gragapan. Itoh sudah membukakan pintu, dan aku menyilakan Erwin untuk ke toilet. “Mau minum kopi dulu nggak Mas?” Aku bertanya pada Erwin. Erwin menolak. Dia langsung pulang. Terjadi insiden. Eh bukan juga sih mungkin. Ketika aku kembali mengantar Erwin, tiba-tiba sebelum aku memutar kunci, dia meraihku. Mencium rambutku. Dia mengedipkan mata kemudian berlalu.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Tasia Wulandari

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X