Karena itu, ia menekankan bahwa strategi yang lebih logis adalah memperkuat ketahanan energi nasional melalui peningkatan produksi dalam negeri dan pengelolaan impor.
Baca Juga: Ekonom: Pertumbuhan Ekonomi Kuartal I Berpotensi Capai 5,5 Persen
“Solusinya jelas berbasis data lifting harus ditingkatkan, impor harus didiversifikasi, dan subsidi harus lebih tepat sasaran. Ini tiga pilar utama yang langsung menyasar akar masalah,” katanya.
Ia menambahkan dalam situasi global yang tidak stabil, prioritas utama pemerintah adalah menjaga ketersediaan energi dengan biaya yang terkendali, bukan sekadar memindahkan beban dari negara ke masyarakat.
“Kalau kebijakan tidak berbasis struktur masalah, kita hanya memindahkan tekanan, bukan menyelesaikan krisis. Momentum ini harus dipakai untuk memperkuat ketahanan energi nasional,” pungkasnya.