Terpantau.com - Satu lagi film horor Indonesia yang akan tayang di tahun 2023 ini. Film Kutukan Peti Mati yang dibintangi Aliff Alli dan Yoriko Angeline mengumumkan tanggal tayang, yakni pada 20 Juli 2023.
Yang menarik, Kutukan Peti Mati merupakan film perdana produksi Balai Pustaka. Seperti diketahui, Balai Pustaka adalah perusahaan di bidang penerbitan yang telah berdiri sejak 1917.
Salah satu hal menarik tentang "Kutukan Peti Mati" adalah bahwa ini merupakan film perdana yang diproduksi oleh Balai Pustaka. Balai Pustaka sendiri merupakan perusahaan penerbitan yang telah berdiri sejak tahun 1917.
Buat kamu yang penasaran dengan cerita dari film "Kutukan Peti Mati", berikut ini adalah sinopsisnya:
Baca Juga: 5 Zodiak Tampak Tenang Namun Sangat Mengerikan Kalau Sudah Marah, Aries Salah Satunya
Baca Juga: 7 Tempat Wisata Indonesia Tempat Liburan Pesohor Dunia, Ada Pulau Komodo Salah Satunya
Kisah dalam film Kutukan Peti Mati berpusat pada Bramanto Putra, mahasiswa jurusan arkeologi yang menelusuri Pulau Onrust. Dalam penelusuran tersebut, Bramanto menemukan sebuah catatan kuno.
Bramanto lantas meminta bantuan Susan Sriwati untuk meneliti catatan kuno yang ditemukannya di Pulau Onrust. Sayangnya penelitian tersebut justru membuat Susan mendapat teror dari arwah-arwah penasaran.
Dapatkah Bramanto menyelamatkan Susan dari kutukan yang mengancam mereka?
Dalam film "Kutukan Peti Mati", karakter Bramanto Putra akan diperankan oleh Aliff Alli, sedangkan Yoriko Angeline akan memerankan karakter Susan Sriwati.
Selain Aliff Alli dan Yoriko Angeline, film "Kutukan Peti Mati" juga akan dibintangi oleh sejumlah aktor kenamaan Tanah Air seperti Donny Damara, Eryck Amaral, Christina Danilla, Egi Fedly, Ray Sahetapy, Dewi Rezer, Mathias Muchus, Erwin Cortez, dan Shirley Margaretha.
Film Kutukan Peti Mati merupakan karya pertama Balai Pustaka yang disutradarai Irham Acho Bahtiar. Kutukan Peti Mati yang merupakan film adaptasi dari novel "Sarcophagus Onrust" karya Astryd Diana Savitri berdurasi 85 menit.
Didirikan pada 22 September 1917, Balai Pustaka yang dikenal sebagai perusahaan penerbitan bertransformasi mengembangkan produk multimedia. Industri perfilman dipilih Balai Pustaka dalam rangka melaksanakan tugas dari Menteri BUMN Erick Thohir agar seluruh perusahaan bertransformasi.
Meskipun begitu, Balai Pustaka tetap mengambil film-filmnya dari buku-buku dengan Intellectual Property (IP) milik Balai Pustaka sendiri, sehingga tetap mempertahankan identitasnya sebagai perusahaan penerbitan yang telah lama ada.
Artikel Terkait
Keangkeran 5 Wisata Horor di Surabaya yang Bikin Bulu Kuduk Berdiri, Salah Satunya Penjara Kalisosok
Catat Tanggalnya, Berikut Film Indonesia Tayang di Netflix Mei 2023, Drama hingga Horor
7 Film Horor Terbaru 2023, Akan Tayang di Bioskop, Ada The Nun 2 Salah Satunya
Biar Gak Bingung Nonton Film Horor Evil Dead Rise, Yuk Simak Urutan Seri Evil Dead Untuk yang Baru Mau Nonton
Ini 9 Cerita Horor Kisah Nyata yang Sangat Viral dan Melegenda di Indonesia
Kumpulan Cerita Horor Kisah Nyata di Kantor, Bikin Merinding Saat Lembur
5 Rekomendasi Film Horor Paling Seram Sepanjang Masa, Ada Sinister, Berani Nonton ?
Sinopsis Film Run Rabbit Run, Terbaru di Netflix Film Horor tentang Ibu dan Anak
5 Film Horor Terbaik Indonesia yang Diangkat dari Kisah Nyata